Ketua YARA Langsa Desak Pj Wali Kota Copot Dirut PDAM dan Perbaiki Manajemen

MITRAPOL.com, Kota Langsa – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa, H. A. Muthallib Ibr, SE., SH,., MSi., MKn, mendesak Pj Wali Kota Langsa segera mencopot Dirut PDAM Tirta Kemuming Langsa.

Bahkan, Ketua YARA Langsa meminta Kejaksaan Tinggi Aceh juga memeriksa seluruh manajemen PDAM Tirta Kemuming akibat dugaan buruknya sistem pelayanan yang diberikan PDAM kepada masyarakat.

Desakan kepada Pj Wali Kota Langsa Ir Said Mahdum, menurut pria yang akrab disapa Haji Thaleb itu, untuk memperbaiki layanan kepada masyarakat Kota Langsa. Di samping itu, Dirut PDAM Tirta Kemuming dinilai juga sudah satu periode menjabat sebagai Dirut.

Dosen FH Unsam itu juga mendesak adanya audit keuangan pada perusahaan daerah air minum Kota Langsa tersebut. Audit dinilai perlu, apalagi menurut Haji Thaleb, selama ini beberapa desa di Kota Langsa mengalami krisis suplai air.

“Buntut berlarut-larutnya krisis suplai air bersih PDAM Langsa ke sejumlah gampong, telah mengundang kecurigaan banyak pihak, terutama menyangkut penggunaan anggaran pada badan usaha milik daerah(BUMD) tersebut,” ujarnya, Senin 14 November 2022.

 

Haji Thaleb mengaku mendapat kabar miring yang beredar luas di masyarakat bahwa manajemen PDAM Langsa telah disusupi oknum tertentu dengan niat tida baik, yaitu untuk menghancurkan PDAM dari dalam.

Ketua YARA Langsa itu juga mengaku telah lama mencium aroma tak sedap di tubuh perusahaan daerah Kota Langsa tersebut, seperti informasi yang beredar di kalangan masyarakat.

Mantan Wakil Ketua PWI Aceh itu mengungkap, macetnya suplai air bersih ke masyarakat selama ini dianggap juga tidak terlepas dari lemahnya kinerja manajemen PDAM Langsa.

“Kita minta baik Kejati Aceh, juga Pj Wali Kota Langsa dan kalangan DPRK untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja manajemen PDAM Langsa. Apalagi keberadaan perusahaan ini menyangkut hajat hidup orang banyak, jadi jangan main-main terhadap konsumen,” katanya.

Ketua YARA Langsa sangat berharap kejaksaan segera melakukan penyelidikan. Kalau ada oknum yang tidak berniat baik untuk kemajuan PDAM, menurutnya perlu diperiksa.

“Dugaan kita di dalam manajemen PDAM, harus secepatnya diberantas sebelum menjelma menjadi lain sebelum PDAM ini hancur,” harapnya.

Jika nanti hasil pemeriksaan ternyata diduga ada dugaan penyimpangan keuangan, dia meminta segera diproses hukum, sehingga kinerja PDAM semakin baik dan bebas dari unsur korupsi.

“Banyak bahan baku yang pengadaan dari pihak ketiga terhadap PDAM Langsa, makanya sangat penting untuk diaudit dan diperiksa oleh penegak hukum. Seperti pengadaan bahan baku pengolahan air, kaporit, tawas, juga kebutuhan jaringan distribusi air kepada pelanggan,” sebutnya.

Haji Thaleb berharap jangan sampai warga menjerit akibat buruknya kinerja manajemen PDAM, yang berimplikasi langsung pada kebutuhan air bersih warga Kota Langsa. “Seperti kita ketahui, selama sepekan ini banyak masyarakat mengeluh,” tambahnya.

Haji Thaleb menuturkan, warga di Kompleks Avina Menteng Indah Gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat, mengaku sudah seminggu tidak mendapatkan distribusi air bersih hingga harus membeli air lengkong seharga Rp 250 ribu untuk satu tangki.

“Menurut warga di kompleks tersebut, distribusi air PDAM ke rumah mereka bukan hanya sekali saja padam tapi sudah berulangkali. Warga juga sudah sering menyampaikan keluhan krisis air bersih ini kepada pihak manajemen PDAM Langsa, tapi tidak ada tanda-tanda penyelesaian atau tindak lanjut,” jelasnya.

Dia menegaskan, warga tidak butuh bahasa diplomatis, tapi butuh tindakan nyata. Karena sampai hari ini air PDAM belum mengalir ke rumah warga. Masyarakat berharap, pemerintah Kota Langsa memperbaiki manajemen PDAM Langsa, sehingga rakyat tidak di rugikan.

 

Pewarta : Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *