Ketua NasDem Sabang Dukung Pj Wali Kota Bentuk Tim Independen Terkait Seleksi Komisioner Baitul Mal

MITRAPOL.com, Kota Sabang – Ketua Partai NasDem Kota Sabang, drg. H. Marwan, angkat bicara terkait adanya surat dari Fraksi Partai Nasional Bersatu DPRK Sabang, yang meminta Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi untuk segera membatalkan Komisioner Baitul Mal Kota Sabang.

Fraksi Partai Nasional Bersatu menilai bahwa proses seleksi Komisioner Baitul Mal Kota Sabang itu tidak sesuai dengan amanah Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2018 sebagaimana telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 3 tahun 2021 tentang Baitul Mal.

Fraksi Partai Nasional Bersatu juga menyebut hal itu tidak sesuai dengan Peraturan Wali Kota Sabang Nomor 6 tahun 2022 tentang Pembentukan Baitul Mal Kota Sabang.

Drg Marwan sebagai salah satu anggota Komisi C DPRK Sabang menilai surat dari Fraksi Partai Nasional Bersatu itu kesannya seperti dipaksakan, padahal menurutnya, Komisi C telah melakukan fit and proper test sesuai prosedur yang berlaku.

Sebagai salah satu orang yang terlibat dala fit and proper test Komisioner Baitul Mal Kota Sabang, drg Marwan mengaku heran, karena tim seleksi yang dibentuk oleh Wali Kota Sabang, Nazaruddin telah sesuai aturan yang berlaku.

“Kami anggota Komisi C, sebelum melakukan fit and proper test juga sudah melakukan konsultasi dengan Baitul Mal Provinsi. Hasil konsultasi kami bawa ke Sabang,” ungkap drg Marwan saat diwawancara Wartawan MITRAPOL.com, Kamis 17 November 2022.

Drg Marwan juga menuturkan, timbulnya pro dan kontra tersebut tentu punya argumen masing- masing yang berbeda. Namun, dr Marwan mengaku terkejut dengan adanya surat dari Fraksi Partai Nasional DPRK Sabang kepada Pj Wali Kota.

Karena itu pula, drg Marwan pun menetapkan sikap, “Saya mendukung penuh Pj Wali Kota Sabang mengenai Baitul Mal, untuk membentuk tim independen yang dikeluarkan surat oleh Fraksi Partai Nasional Bersatu,” ujarnya.

Sementara itu, ditanya soal adanya protes karena diduga tidak ada surat bebas narkoba, drg Marwan mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap para calon itu telah dilakukan oleh panitia seleksi, hanya saja tidak memberikan surat hasil tes.

Artinya, sebelum Komisi C DPRK melakukan fit and proper test terhadap calon Komisioner Baitul Mal, semua terkait administrasi telah diselesaikan oleh tim panitia seleksi, termasuk ikut tes urine untuk mengetahui positif narkoba atau negatif.

“Kami menilai, saat nama-nama ini dibawa ke DPR, berarti inilah pilihan terbaik yang sudah diseleksi oleh Pemko Sabang, kami pikir bukan persoalan mendasar anggota Baitul Mal yang sudah di fit and proper test oleh Komisi C DPRK Sabang,” ucapnya.

Saat ditanya kemungkinan adanya kepentingan politik kelompok tertentu, dr Marwan mengatakan, dirinya kurang tau apakah ada kepentingan politik kelompok tertentu terhadap masalah itu.

Namun begitu, ia mengharapkan terkait Komisioner Baitul Mal Kota Sabang itu tidak ditarik-tarik untuk kepentingan politik kelompok tertentu, karena Baitul Mal harus bekerja terlepas dari kepentingan politik.

“Apakah ada kepentingan terhadap pro dan kontra 8 orang komisioner itu saya juga tidak tau, karena panitia tidak menjelaskan kepada kami kenapa si A lulus dan si B tidak lulus,” katanya.

Awalnya, kata drg Marwan, sekitar 40 orang yang mendaftar, kemudian terjaring menjadi 8 orang, selanjutnya diserahkan kepada DPRK Sabang untuk dilakukan fit and proper test.

Nah, baru DPRK Sabang menetapkan bahwa yang lulus fit and proper test menjadi 5 orang, sementara 3 lainnya lulus sebagai cadangan,”Dan yang harus kita ingat, mereka ini adalah putra-putri terbaik Sabang yang ingin bekerja untuk kebaikan daerah, saya pikir itu bukan masalah,” tambahnya.

“Saya pikir yang dilakukan Wali Kota sebelumnya sudah betul, saat ini kita berharap kepada Bapak Pj Wali Kota agar tidak terjebak dalam kepentingan politik tertentu, karena beliau ini kan ditunjuk bukan karena titipan partai politik tertentu,” harapnya.

Drg Marwan menyebut Reza Fahlevi sosok yang profesional, sehingga harus berpikir bagaimana memajukan wisata Sabang, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran selama menjabat sebagai Pj Wali Kota.

“Kalau kekurangan pasti ada, tapi jika ada sedikit kekurangan dari Pj Wali Kota Sabang, ya ini harus kita perbaiki bersama yang pasti kita harus dukung bersama program kerja dari PJ Walikota Sabang, Reza Fahlevi, sehingga cita-cita membangun Sabang tidak terhambat hanya karena kepentingan politik sesaat,” ucapnya.

Drg Marwan menegaskan, keputusan Pj Wali Kota Sabang untuk membentuk tim independen sudah sangat tepat. “Artinya Bapak Pj Wali Kota Sabang itu bijaksana, tidak mengambil kebijakan asal-asalan, karena itu kita harus dukung beliau demi Sabang yang lebih baik,” tutupnya.

 

Pewarta: Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *