Pj Bupati Nagan Raya ajak masyarakat belajar dari pandemi yang terjadi di dunia

MITRAPOL.com, Nagan Raya Aceh – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nagan Raya mengadakan resepsi peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58 di halaman Dinkes setempat komplek perkantoran Suka Makmue, Kamis 17 November 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, S.Sos., M.Si, Ketua Komisi D DPRK, Sekda, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Para Kepala SKPK, Para Kepala Puskesmas, Para Kabag, Kabid, Para Camat, Keuchik serta Para Tenaga Kesehatan dalam Kabupaten Nagan Raya.

HKN kali ini mengangkat tem “Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku”. Pada kesempatan itu, Pj Bupati Fitriany Farhas mengatakan 50 tahun bukanlah usia yang singkat, banyak pencapaian pembangunan kesehatan yang sudah diraih, khususnya saat kita menghadapi pandemi Covid-19.

Fitriany menuturkan, kendala dan tantangan dalam penyediaan pelayanan kesehatan menguji sistem kesehatan Indonesia yang ternyata tidak siap menghadapi pandemi saat itu, namun dengan kolaborasi
professional segala sektor, pandemi ini hampir kita lalui.

“Saat ini bersama dengan negara-negara lain, Indonesia sedang meningkatkan kapasitas global untuk pencegahan,
persiapan dan respon terhadap pandemi di masa yang akan datang,” katanya.

“Mari kita belajar dari sejarah pandemi yang terjadi di dunia, transisi menuju endemi dilakukan saat masyarakat sudah mulai menyadari bagaimana caranya melakukan protokol kesehatan yang sehat pada diri dan keluarga,” tambahnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa langkah konkrit yang telah disusun oleh Menteri Kesehatan RI dalam menangani Covid-19, diantaranya melakukan transformasi sistem kesehatan yang fokus pada 6 pilar yaitu layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan teknologi kesehatan.

“Saya berharap semoga Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-58 tahun 2022 ini menjadi awal pulihnya berbagai sektor di masyarakat, sehingga Indonesia bisa kembali sehat dan kembali tumbuh,” harapnya.

Selain itu, ia juga berharap melalui peringatan HKN ke-58 tahun 2022 ini agar fokus dengan gaya hidup bersih dan sehat, membuat generasi ke depan menjadi SDM yang berkualitas untuk daerah, bangsa dan negara.

Terkait program percepatan dan penurunan stunting, Fitriany berharap agar semua SKPK fokus di desa lokus yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Nagan Raya, yaitu 30 desa pada tahun 2022 dan 30 desa di tahun 2023 mendatang.

“Jadi salah satu langkah untuk menurunkan stunting adalah dengan capaian imunisasi dasar lengkap bagi bayi dan balita agar memiliki kekebalan tubuh dan terhindar dari penyakit menular,” ujar Fitriany.

Kemudian, terkait dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis 3 (booster), Pj bupati meminta masyarakat agar terus ditingkatkan sehingga vaksinasi menjadi lengkap.

Ia mengungkapkan, dari data kematian menunjukkan 4 dari 5 pasien meninggal dunia akibat belum divaksinasi booster. Tandasnya.

“Proporsi pasien yang meninggal akibat covid-19 tiga kali lebih banyak pada kelompok lansia dibandingkan dengan yang bukan lansia oleh karena itu, mari terus ingatkan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi covid-19 dengan booster,” ajaknya.

Diakhir pidatonya, Pj Bupati mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda dan seluruh unsur Pemerintah Nagan Raya karena telah membantu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid 19.

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap Forkopimda, para lintas sektor di kabupaten, camat, geuchik gampong, jajaran kesehatan, serta seluruh lapisan
masyarakat yang telah bahu membahu berjuang tanpa mengenal lelah di semua lini dalam melaksanakan pembangunan kesehatan, perjuangan untuk selamatkan bangsa dari pandemi Covid-19,” ucapnya.

Selanjutnya, kepada 30 keuchik gampong yang telah membawa gampong menjadi status Open Defecation Free (ODF) Pj Bupati juga memberikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangannya. Sementara ada beberapa desa yang belum mencapai hal itu, disebut menjadi tugas Pemda Nagan Raya saat ini.

“Dan 192 gampong yang belum ODF menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama-sama dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan setempat, Hj. Siti Zaidar, S.ST., M.K.M dalam laporannya menjelaskan dalam rangka HKN ke 58 Dinas Kesehatan telah melakukan beberapa program kegiatan diantaranya program bebas lepas atau bebas pasung untuk pasien ODGJ.

Selanjutnya, program posyandu terintegrasi, program percepatan SPM, kemudian pihaknya juga telah melaksanakan seleksi teladan untuk tiga kabupaten untuk ajang tingkat provinsi, dan terakhir lomba video dan leaflet promosi kesehatan.

“Jadi semua kegiatan itu ada yang sudah dilaksanakan dan ada juga dalam proses pelaksanaannya,” ujarnya.

Kemudian, acara tersebut dilanjutkan dengan penyerahan sertifikasi desa partisipasi pencegahan dan pengendalian penyakit sebanyak 2 desa, selanjutnya penghargaan ayah peduli kesehatan anak kepada 2 orang dan penyerahan sertifikat lomba video dan leaflet promosi kesehatan kepada 3 puskesmas, yang diserahkan oleh Kadis Kesehatan.

Selanjutnya, penyerahan sertifikat kepada camat ODF sebanyak 1 orang dan penyerahan sertifikat ODF untuk 10 desa, diserah oleh Sekretaris Daerah, Ir.H. Ardimatha. Sementara, penyerahan sertifikat Nakes Teladan sebanyak 9 orang diserahkan oleh Pj Bupati, Fitriany.

 

 

Pewarta: Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *