Sidang Paripurna Rapat Pandangan Fraksi, Anggota DPRD minta pembangunan di prioritaskan infrastruktur Jalan

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Metro, meminta pemerintah setempat untuk memprioritaskan infrastruktur pembangunan jalan yang berlokasi dijalan Budi Utomo wilayah Metro Selatan dan jalan Hasanudin Metro Pusat dan Metro Utara. Mengingat, prioritas pembangunan disebabkan jalan tersebut selalu terjadi kerusakan. Beljm diketahui penyebabnya, apakah kwalitas pembangunan atau beban muatan kendaraan yang melintas dijalan tersebut.

Persoalan itu disampaikan, Ria perwakilan fraksi – fraksi di DPRD kota Metro, saat memberikan pandangan umum pada rapat Paripurna yang digelar diruang sidang setempat.

” Pemerintah daerah harus memastikan perencanaan dan pengawasan data berjalan dengan baik, agar hasilnya dapat semakin optimal. Selain itu, diharapkan pelaksanaan seluruh kegiatan pembangunan terutama kegiatan fisik waktunya akan disegerakan paling lambat bulan April 2023,” ungkap Ria, dalam rapat Paripurna, Rabu (23/11/2022).

Ditambahkannya, ” bahwa kegiatan-kegiatan itu sudah mulai pengerjaannya. Meski demikian bukan berarti pemerintah daerah lepas tangan dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah. Akan tetapi tetap harus memperhatikan secara professional. Selanjutnya, perlu kami ingatkan kepada pemerintah daerah untuk terus meningkatkan layanan dan derajat kesehatan masyarakat. Terutama untuk penanganan penyakit endemis yang muncul di Bumi say wawai, seperti DBD, Malaria, Tuberkolosis dan lain – lain,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Walikota Metro dalam tanggapannya mengatakan, bahwa untuk penanganan stunting dan percepatan sanitasi aman.

” Melalui 5 pilar STBM, hal terpenting adalah penyediaan jaminan kesehatan universal favorit, yang saat ini telah mencapai angka 99,45%. Selanjutnya, untuk penambahan alat kemobilizer di RS.Ahmad Yani dilakukan melalui sistem KSU dengan kewajiban rumah sakit akan menyediakan bahan habis pakai. Kemudian pelayanan hemodialis yang keempat untuk penanganan stunting ada dua jenis intervensi yaitu, yang bersifat spesifik dan sensitif yang bersifat spesifik di sana dilaksanakan oleh dinas kesehatan melalui beberapa program salah satunya pada remaja putri,” jelas Walikota.

Sebagai penutup, Walikota memaparkan, dengan memberikan bandara dan melakukan pengecekan hemoglobin secara rutin, kemudian ibu hamil, ibu menyusui. Tentu dalam mencegah stunting juga dalam jangka baik kemudian pendekatan spesifik lainnya adalah pemberian makanan tambahan baik bagi balita.

Sedangkan, intervensi sensitif dilaksanakan oleh beberapa OPD terkait sanitasi penyediaan air bersih, jaminan kesehatan bantuan pangan, edukasi, pemenuhan gizi melalui pemanfaatan halaman pekarangan.

Adapun kelompok sasarannya meliputi remaja calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang kelima untuk penerangan jalan umum kami telah menganggarkan penambahan sebanyak 300 titik.

Dengan rencana lokasi berdasarkan hasil survei di lapangan oleh OPD dan hasil resist dari tahun 2021/ akan dilakukan rehabilitasi dan revitalisasi berupa pemadatan penataan dan penimbunan sampah dan juga akan membuat pusat daur ulang ini di lokasi terkait,” tutup Walikota Wahdi.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *