Gelar Silatnas 2022, Dhipa Adista Justicia sikapi carut marut hukum di Indonesia

MITRAPOL.com, Jakarta – Dhipa Adista Justicia (DAJ), salah satu Law Firm besar yang sudah terkenal kompeten dan professional mengadakan Silatnas 2022 sekaligus temu anggota di Restoran The Royal Jade, Sabtu, (27/11/2022).

Law Firm Dhipa Adista Justicia merupakan kantor hukum yang sudah terkenal dan di dalamnya terdapat nama-nama Pengacara handal seperti Dr. Drs. Hadi Purnomo MH, Nicho Hezron SH.,MH, Marusaha, SH.,MH, dan Masih banyak nama lainnya.

Hadir dalam acara Silatnas 2022 ini diantaranya, Ketua DPD, Ir. H. La Nyalla Mahmud Matt, Pembina DAJ Tejo Edhy, Guru Besar Komunikasi Prof. DR. Tjipta Lesmana, Ketua PERADI SAI DR. Junnet Girsang, SH.,MH serta para anggota DAJ dan para tamu undangan lainya.

Silatnas 2022 Dhipa Adistia Justicia diadakan dalam rangka menyikapi keprihatinan atas carut marutnya penegakan hukum yang ada saat ini, dimana rasa keadilan menjadi suatu barang yang langka di Indonesia, sementara organisasi Advokat pada hakekatnya merupakan bagian integral dari aparat penegak hukum yang ikut miliki tanggung jawab moral dalam rangka menghadirkan rasa keadilan yang di harapkan oleh masyarakat.

Marusaha Hutadjulu, MH.,SH, salah satu peraih penghargaan dari Dhipa Adistira Justicia sebagai Lawyer terbaik, mengatakan,”Kenapa saya mendapat penghargaan ini mungkin dari penilaian suatu perkara yang sudah kita lakukan terhadap masyarakat yang cari keadilan, penilaian ini bukan dari pimpinan saja, penilaian dari klien juga selama ini memberi report kepimpinan bahwa penanganan selama ini yang kita lakukan dengan baik dan kita selesaikan,” jelasnya.

Masih kata Marusaha Hutadjulu,”Kenapa kita bilang hukum kita ini carut marut, karena beberapa perkara yang kita pegang sudah benar, sesuai dengan fakta dan bukti, tapi ada beberapa aparat penegak hukum atau oknum yang tidak melakukan hukum yang tertulis, harapannya kedepan kalau boleh para penegak hukum, baik Polisi, Jaksa dan Hakim dalam penegak hukum harus melihat pada aturan hukum yang sudah diatur dalam perundang-undangan, supaya keadilan itu diperoleh semua masyarakat, dari lapisan masyarakat terendah sampai masyarakat yang punya financial supaya semua mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Desy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *