Nusantara

Klinik Unyai Metro diduga lalai, Seorang Pasien nyaris merugi uang usai tes Laboratorium

Admin
×

Klinik Unyai Metro diduga lalai, Seorang Pasien nyaris merugi uang usai tes Laboratorium

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Pihak Laboratorium klinik Unyai diduga ada keteledoran dan tidak melakukan koordinasi kepada pihak Rumah Sakit Ahmad Yani Metro. Pasalnya, ada seorang pasien sebagai peserta BPJS Kesehatan, nyaris merugi hingga ratusan ribu akibat telah membayar hasil tes laboratorium di Klinik Unyai Metro. Padahal dalam aturan sebagai peserta BPJS rawat inap telah mendapatkan fasilitas jaminan biaya gratis.

Kejadian ini menimpa seorang pasien RS Ahmad Yani Metro, akibat minimnya informasi yang terpaksa membayar biaya tes laboratorium tersebut. Namun, setelah sang pasien melaporkannya kepada pihak BPJS Metro, guna mempertanyakan pertanggungan apa saja klaim yang ada didalam faskes BPJS. Akhirnya, pihak Klinik Unyai Metro, kemudian mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan sang pasien. Padahal sang pasien untuk tes laboratorium telah membawa surat rujukan dokter RS Ahmad Yani Metro.

Persoalannya, diduga pihak Klinik Unyai Metro, justru teledor, sembrono dan tidak melakukan koordinasi bersama pihak Rumah Sakit Ahmad Yani Metro. Sehingga sang pasien nyaris merugi yang telah mengeluarkan sejumlah uang.

Aang sebagai staf pelaksana harian mewakili pihak Klinik Unyai Metro, membenarkan atas kejadian itu.

” ini sudah kerjasama, tapi ada yang di rawat, Ya…..karena itu pasien katanya sudah pulang. Jadi kalau pulang prosesnya tidak dirawat dan dianggap pasien umum, seperti itu ,” ujar Aang kepada Media Mitrapol, Selasa ( 27/12).

Ditambahkan Aang, jika didalam aturannya seorang pasien telah dirawat membawa surat rujukan Rumah Sakit, maka statusnya pasien BPJS.

” Kalau pasien sudah dirawat, terus ada rujukan dari rumah sakit umum baru kita layani sebagai pasien BPJS. Harusnya, kalau yang biasa kita lakukan, pasien ke lab sana, nanti koordinasi disana, orang rumah sakit yang antar bahannya. Bukan pasiennya sendiri ,” tambah Aang.

Pada kesempatan itu, Maida juga menjelaskan bahwa belum melakukan kerjasama MOU dengan pihak BPJS Metro. Dirinya juga menuturkan tentang tugas dan fungsi saat menemui tim media.

” Belum pak, secara langsung belum. Tapi kami sudah melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Ahmad Yani Metro. Kemudian, kenapa disini ada saya karena disini belum ada tim Humas, jadi pimpinan instruksi cobalah dibantu ngomong. Barangkali informasi saya yang tau dan kejadian kemarin itu saya denger ada,” kata Maida selaku petugas analis pemeriksa Klinik Laboratorium Unyai Metro.

Sementara itu, Beni Humas BPJS Kesehatan Metro, terkait adanya persoalan tersebut akan menindaklanjutinya serta menegaskan bahwa belum ada kerjasama dengan pihak Klinik Unyai Metro.

” Nanti kami koordinasikan dengan BPJS di Rumah Sakit, selama ini kami belum bekerja sama dengan Klinik Unyai, kemungkinan Rumah Sakit Ahmad Yani Metro,” tegasnya.

Melihat kejadian diatas terkesan pihak Klinik Laboratorium Unyai Metro, tidak melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Ahmad Yani Metro.

Berdasarkan aturan, bahwa seorang pasien sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) dapat melakukan tes laboratorium secara gratis. Pelayanan ini diberikan jika secara medis pasien terbukti harus menjalani pemeriksaan darah dari rujukan dokter.

Berikut ini adalah jenis-jenis pemeriksaan laboratorium yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan:

  1. Cek darah sederhana seperti hemoglobin, leukosit, trombosit, hematokrit, eritrosit, laju endap darah, dan golongan darah.
  2. Cek urin sederhana seperti PH, berat jenis, kejernihan, warna, leukosit, eritrosit.
  3. Cek Feses sederhana seperti untuk mengetahui penyakit cacingan.
  4. Cek gula darah sewaktu.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *