Nusantara

Kelangkaan ruangan ICU di RSUD Kab.Tangerang dapat sorotan dari Aktivis

Admin
319
×

Kelangkaan ruangan ICU di RSUD Kab.Tangerang dapat sorotan dari Aktivis

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Tangerang Banten – Kelangkaan ruangan ICU (Intensif Care Unit) di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang menjadi sorotan aktifis di masyarakat.  Ketua DPD Tangerang LSM Seroja Indonesia Doni Remalon menegaskan dirinya akan serius mengusut sampai tuntas kelangkaan ruangan ICU tersebut di RSUD.

Sebelumnya, sebuah peristiwa tragis terjadi, Alm Aldekson, warga Jl. Anyelir Bumi Indah, Kec. Pasar Kemis, Kab.Tangerang Banten, meninggal dunia karena tidak kunjung mendapat ruangan ICU di RSUD Kabupaten Tangerang pada hari Kamis 29 Desember 2022.

Sebelum meninggal dunia, Alm Aldekson dirawat pada tanggal 23 Desember 2022 di RS Primaya Pasar Kemis Tangerang. Namun karena keterbatasan fasilitas RS Primaya, akhirnya pihak keluarga meminta dirujuk ke RSUD Kab. Tangerang lewat layanan SPGDT dan surat rujukan langsung untuk dibawa ke RSUD untuk segera dilakukan operasi dan dirawat di ruangan ICU.

Hari itu juga (23/12), pihak RSUD sudah menerima rujukan tersebut dan langsung didaftarkan oleh dr Fiza ke bidang ICU, dan itu dibenarkan oleh pihak keluarga. Namun sejak didaftarkan hingga pada hari Alm meninggal dunia, ruangan tersebut tidak kunjung ada, bahkan pihak RSUD (dr Fiza) membuat alasan yang sangat menohok.

“Iya pak, sampai saat ini WA saya belum di respon ICU, ini di luar ranah saya,” tulis dr Fiza lewat pesan WhatsApp, usai dua hari tidak ada kabar yang sebelumnya menurut dr Fiza sudah didaftarkan oleh nya ke bidang ICU, (24/12/2022).

Pihak keluarga Sebelumnya, sudah menghubungi dr H. Mohammad Rifki, MS, Sp B.Mars, (Wakil direktur pelayanan RSUD Kab Tangerang) dan memberikan nomor kontak dr Fiza (Kepala IGD RSUD) dan meminta keluarga (Alm. Aldekson) untuk menghubungi dr Fiza tersebut.

Namun hingga hari ke enam (29/12), tepat hari meninggalnya (Alm) Aldekson, yang di sebut namanya ruangan ICU belum juga di berikan oleh RSUD. Hal itu yang membuat keluarga almarhum sangat terpukul.

Doni, (Ketua DPD LSM Seroja) menjelaskan,”Ada dugaan Maladministrasi yang terjadi di RSUD Kab.Tangerang. Jelas berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, maladministrasi didefinisikan sebagai perilaku melawan hukum, melampaui wewenang, menyalahgunakan wewenang untuk tujuan lain, termasuk kelalaian atau pengabaian hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Jadi yang dilakukan oleh RSUD Kab.Tangerang itu sudah menimbulkan kerugian materiil dan atau immaterial karena almarhum sampai meninggal dunia tidak mendapatkan ruangan ICU. Tentu keluarga sangat berduka karena kehilangan seorang ayah dan sebagai tulang punggung keluarga,” ucap Doni kepada wartawan, (02/01/2022).

Doni melanjutkan, maladministrasi biasanya awal dari tindakan korupsi. Berawal dari tindakan yang merugikan masyarakat atau pengguna layanan publik, jika dibiarkan akan berdampak pada kerugian negara.

“Harusnya menghindari tindakan maladministrasi tersebut, agar tidak menjadi salah satu pelaku maladministrasi. Dengan begitu, pelayanan publik akan berjalan dengan prima dan masyarakat dapat menerima pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Doni menegaskan.

Doni mengatakan, dirinya akan segera bersurat ke RSUD untuk meminta klarifikasi dan penjelasan seluas luasnya. Ketika ditemukan ada maladministrasi yang terjadi di RSUD, maka dirinya tidak akan segan segan untuk melaporkan ke Ombudsman RI dan Kemenkes RI, agar dilakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Tangerang.

Terbaru saat wartawan menemui Kepala HPI PPID RSUD Kabupaten Tangerang diruangan, Hilwani memberikan jawaban yang membenarkan konfirmasi ruangan ICU tersebut kepada dirinya oleh keluarga (alm) Aldekson, namun jawaban tersebut sangat pembenaran dan sedikit menohok.

“Awalnya pak Manahan (Keluarga almarhum) kontak saya, kebetulan saya sedang tidak ada di lapangan. Ya akhirnya ada dokter yang dilapangan, bahwa tanggal 23 ada antrian 11 sampai tanggal 30 ada antrian 6 di dalam Rumah Sakit. Karena hal itu jadi rame iya kan,” jelas Hilwani.

Lanjut kata Hilwani,”Kalau pasien (Alm. Aldekson) belum sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang, namun yang dikomplain RSUD, padahal ICU banyak di RSUD Balaraja.

“Kalau melihat RS Pemerintah, Kota Tangerang ada ICU, kenapa Rumah Sakit ini (RSUD Kab.Tangerang) yang dikomplain. Saat itu Sabar Manahan juga sudah saya kasih tau,” imbuhnya.

 

Pewarta : Shemy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *