Nusantara

Memasuki Tahun Politik, KPU Tulang Bawang Lantik Anggota Pemilihan Kecamatan

Admin
×

Memasuki Tahun Politik, KPU Tulang Bawang Lantik Anggota Pemilihan Kecamatan

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Tuba – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tulang bawang (tuba) melantik Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilu 2024, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah janji Angota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebanyak 75 Orang Anggota Acara berlangsung hidmat di Aula Gedung Serba Guna (GSG). Rabu (04/01/2023).

Panitia Pemilihan Kecamatan yang berjumlah 75 orang, berasal dari 15 kecamatan di Kabupaten Tulang bawang (Tuba), Masing-masing kecamatan memiliki 5 orang PPK yang akan menjadi panitia untuk melaksanakan tugas melayani pemilih dan peserta pemilu dengan adil dan setara.

PPK ini dibentuk oleh KPU tulang bawang (Tuba) untuk melaksanakan tugas menjaga integritas, moralitas dan profesionalisme berdasar azas prinsip penyelenggara pemilu. Serta melayani pemilih dan peserta pemilu dengan adil dan setara,” terang Ketua KPU tulang bawang Reka Punnata, S.H

“Anggota PPK terpilih harus memahami segala macam bentuk peraturan dan perundang-undangan tentang Pemilu sehingga dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak melanggar peraturan. Dalam melaksanakan tugasnya, PPK harus bekerjasama antar anggota PPK untuk mensukseskan Pemilihan Umum 2024 nantu,” tutur Reka

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Tulang bawang (Tuba) Ir Anthoni MM, hadir dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan Terpilih pada Pemilihan Umum Tahun 2024 menegaskan bahwa Pemilu adalah ajang Demokrasi bukan ajang konflik, Sebagai PPK nantinya harus mengawal pesta demokrasi ini agar jauh dari konflik karena bisa merusak nilai-nilai demokrasi.

“Indonesia ini memilih cara demokrasi dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya, Tentu harus kita dorong bersama-sama agar menjadi demokrasi yang benar, Jangan sampai kemudian muncul konflik, apalagi sampai anarkis Kalau sudah anarkis, ini merusak sistem, merusak apa yang menjadi nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.

Anthoni melanjutkan, “Saya minta Bapak, Ibu sekalian, bahwa ketika nanti menangani persoalan atau konflik, harus kembali kepada aturan, pedoman, kode etik dan filosofi demokrasi. Karena ketika kita benar, belum tentu orang akan membenarkan kita,” ucapnya.

Di akhir sambutannya Anthoni menekankan bahwa pihaknya tidak akan mengganggu, maupun mengintervensi pelaksanaan Pemilu. Justru menginginkan semuanya berjalan dengan damai dan rukun. “Karena dengan kedamaian, kerukunan, tentu kita akan bisa mencetak pemimpin dan perwakilan rakyat yang baik,” pungkasnya

 

Pewarta : Dedi. S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *