Info Polri

Polres Nagan Raya Kembali Warning Pelaku Ilegal Mining dan Ilegal Logging

Admin
×

Polres Nagan Raya Kembali Warning Pelaku Ilegal Mining dan Ilegal Logging

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Nagan Raya – Memasuki awal tahun 2023, Polres Nagan Raya me-warning pelaku ilegal mining (pertambangan emas ilegal alias tanpa izin dan ilegal logging (pembalakan liar).

Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya melalui Kasat Reskrim AKP Machfud SH., MM., mengungkap bahwa pelaku tambang emas ilegal dan pembalakan liar masih kerap terjadi.

AKP Machfud menegaskan bahwa oknum tidak bertanggung jawab tersebut harus dihentikan karena selama ini banyak terjadi kerusakan alam dan lingkungan.

“Kami mengingatkan sekali lagi agar tidak lagi melakukan aktivitas yang melanggar hukum, jika masih ada oknum yang membandel, maka akan dilakukan penangkapan,” kata Kasat Reskrim.

AKP Machfud juga memastikan bahwa penertiban terhadap pelaku penambang emas Ilegal dan pembalakan liar tidak akan pandang bulu. Semua yang terlibat akan segera ditindak secara hukum.

“Karena ini demi keselamatan lingkungan di Kabupaten Nagan Raya, sebagaimana dilaporkan masyarakat kepada kami,” ucapnya.

AKP Machfud menjelaskan, pelaku yang terlibat pertambangan emas ilegal akan dijerat dengan Pasal 158 UURI Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan UURI Nomor 4 tahun 2009.

“Bagi pelaku pertambangan mineral dan batu bara itu dapat diancam dengan hukuman 5 tahun penjara atau denda 100 miliar rupiah,” sebutnya.

Sedangkan untuk pelaku illegal logging, akan diancam dengan hukuman 15 tahun penjara serta denda Rp 7,5 miliar, sesuai dengan UURI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana telah diubah ketentuannya pada UURI Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

Polres Nagan Raya juga telah melakukan sosialisasi dengan cara mengimbau masyarakat, memasang spanduk larangan dan membagikan brosur di setiap kecamatan, agar menghentikan aktivitas ilegal mining dan ilegal logging.

Terkait larangan ini, Polres Nagan Raya tidak akan main-main, semua yang terlibat akan segera ditindak secara tegas. “Karena hukum harus tegak lurus,” tegas mantan Panit Tipidter Polda Aceh itu.

Untuk diketahui, pada tahun 2022 lalu, Polres Nagan Raya berhasil menangkap, 3 unit alat berat jenis excavator dan pelakunya, serta mengamankan 4 ton BBM jenis solar subsidi di Kecamatan Beutong dan Darul Makmur.

Kasat Reskrim meminta kepada masyarakat dalam wilayah itu untuk melaporkan ke pihak Kepolisian, jika mengetahui adanya aktivitas ilegal.

“Kami persilahkan untuk menyampaikan informasi kepada Satreskrim Polres Kabupaten Nagan Raya, agar kita turunkan personel untuk ditindak secara hukum,” pungkasnya.

 

Pewarta : T. Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *