HukumInfo Polri

Setelah Dua Tahun, Oknum ASN Nias Barat terduga rudapaksa akhirnya di Tangkap Polres Nias

Admin
×

Setelah Dua Tahun, Oknum ASN Nias Barat terduga rudapaksa akhirnya di Tangkap Polres Nias

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Jakarta – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Nias Barat Sumatera Utara berinisial SDG (38) yang diduga tekah melakukan Rudapaksa kepada keponakannya dilaporkan oleh Ina Sua mewakili keluarga ke Polres Nias dengan surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan No: STPLP/442/X/2022/NS.

Setelah Dua Tahun berlalu, akhirnya oknum Aparatur Sipil Negara yang bekerja dilingkup Pemerintah Kabupaten Nias Barat berinisial (SDG) resmi ditetapkan jadi tersangka dan ditahan oleh Kepolisian Resort Nias pada tanggal 4/1/2023.

“Iya benar, bahwa terduga pelaku (SDG) yang bekerja sebagai ASN telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di RTP Polres Nias,” ucap Kapolres Nias melalui Ps Paur Humas AIPTU Yadsen Hulu ketika dikonfirmasi awak media. Rabu (4/1/2023), Dilansir dari media Online Satuorbit.com yang tayang pada 4/1/2023.

Lanjut Yadsen, tersangka SDG dan korban (MGT) adalah memiliki hubungan kekeluargaan yang merupakan keponakan kandung.

Atas perbuatannya, lanjut dia, Tersangka (SDG) dijerat Pasal berlapis yakni : Pasal 81 Ayat (3) subs pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 76 D subs pasal 82 ayat (2) subs pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76 E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 Jo Undang-Undang  Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

“Ancaman hukuman kepada terduga pelaku yakni 15 tahun pidana penjara,” ujar Yadsen

Di tempat berbeda seorang warga Nias bernama Ama Theresia, sangat mengapresiasi atas kinerja kepolisian dalam hal ini Polres Nias yang telah melakukan upaya, hingga penangkapan terhadap Oknum ASN Nias barat itu.

Namun Ama Theresia juga menyayangkan kejadian kasus yang menimpa seorang anak di bawah umur yang harus menunggu lama, karena selama dua tahun baru bisa ditanganin, padahal Kasus seperti itu di Indonesia merupakan kasus tertinggi untuk sekarang ini, dan seharusnya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena sama saja membiarkan pelaku kejahatan berkeliaran bebas, yang seolah memberikan ruang kepada pelaku kejahatan di wilayah Hukum Nias dan lebih khusus di Nias Barat.

Lanjut Ama Theresia, yang lucunya lagi kejadian sudah cukup lama dan pelaku merupakan seorang ASN di wilayah Nias Barat pemberitaan kasus ini sangat minim hampir tidak kedengaran sama sekali, apakah ada indikasi tutup mulut terhadap puluhan bahkan ratusan media yang ada di Nias ataukah sebenarnya mereka tidak tau!.

Menurut Ama Theresia, kasus yang merupakan pengrusakan moral terhadap ASN atau Pemerintah Nias Barat ini perlu diperhatikan dengan serius, terutama kepada pemimpin daerah beserta jajaran, siapapun yang melakukan kejahatan biarlah hukum yang ditegakan.

“Jangan karena ada hubungan baik dengan penguasa atau mungkin memiliki banyak Uang, Media dan Hukum tidak ditegakkan,” beber Ama Theresia.

Ama Theresia berharap agar pelaku kejahatan ini bisa mendapatkan hukuman yang berlaku di Indonesia.

 

 

Pewarta: Yp Mitrapol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *