Sering Terjadi Macet Akibat Proyek Perbaikan Drainase di Jl Daanmogot Km 12,5 Memakan Badan Jalan

MITRAPOL.com, Jakarta Barat – Kemacetan terjadi biasanya akibat tidak berimbangnya volume kendaraan yang dengan kapasitas jalan. Namun lain halnya dengan yang dirasakan oleh pengguna jalan saat melintas di Jalan Daan Mogot,12,5 KM

Para pengguna jalan harus rela menghabiskan waktunya, bermacet-macetan akibat adanya penyempitan jalan dari perbaikan saluran drainase yang tidak kunjung selesai.

Aktivitas ini hampir memakan setengah badan lajur sebelah kiri di jalan Daan Mogot Km 12,5.

Entah bagaimana proyek ini berjalan dan mengendap begitu saja, terlihat proyek ini seolah tidak dikerjakan dengan baik oleh pihak pelaksana. Nampak alat berat di bahu jalan beserta bahan-bahan proyek drainase ini yang tidak pernah beranjak dari tempatnya berdiri.

Beberapa pengendara mengeluhkan lambatnya proses pengerjaan saluran drainase tersebut, sudah beberapa bulan mereka harus beraktivitas lebih awal dari rumah untuk berangkat kerja.

“Itu alat berat sama lubang galiannya jadi penyebab macet, sudah beberapa bulan terakhir belum selesai juga. Macetnya tambah parah, kadang harus maksa masuk jalur Transjakarta,” ungkap Toni saat melintas di Jalan Daan Mogot.

Tidak hanya sampai disitu, proyek yang dianggarkan oleh Sudin Tata Air ini juga rupanya berdampak genangan air pada jalan akses masuk ke pemukiman warga di jalan pakuwon

Salah satu tokoh masyarakat setempat sangat menyesalkan atas terjadinya genangan air di jalan masuk menuju rumahnya tersebut.

“Jalan Pakuwon sejak puluhan tahun lalu tidak pernah ada genangan air ataupun banjir. Semenjak proyek itu berjalan aktivitas warga disini jadi terganggu, kita sudah sediakan pompa tapi masih belum teratasi,” ungkapnya.

Dia berharap proyek itu dapat cepat selesai dan aktivitas warga tidak ada lagi yang terganggu.

“Proyek itu, informasinya diperpanjang masa pengerjaannya lima puluh hari lagi, seharusnya proyek pemda tidak boleh diperpanjang. Harusnya proyeknya itu segera diselesaikan, jadi tidak lagi mengganggu yang lain,” tegas tokoh masyarakat setempat.

“Sementara itu, pihak pelaksana saat dimintai konfirmasi terkait kegiatan proyek drainase tersebut terkesan menghindari awak media melalui pesan WhatsApp hanya singkat menjawab nanti di kabari.” cetusnya

 

Pewarta : Shem Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *