Nusantara

Cegah Kader Parpol Terekrut KPPS, Panwascam Bojongmanik Awasi PPS

Admin
788
×

Cegah Kader Parpol Terekrut KPPS, Panwascam Bojongmanik Awasi PPS

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Mencegah kemungkinan terekrutnya kader partai politik ataupun individu yang mempunyai afiliasi dengan partai politik peserta Pemilu tertentu menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Kecamatan Bojongmanik, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Bojongmanik memperketat pengawasan terhadap proses perekrutannya yang dilakukan di Kantor Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Bojongmanik, Senin (18/12/2023).

Menurut Ketua Panwaslu Kecamatan Bojongmanik, Roni, langkah ini perlu diambil pihaknya dalam rangka melakukan mitigasi terjadinya pelanggaran dalam proses rekrutmen KPPS di wilayah Kecamatan Bojongmanik,

Dalam pengawasan tersebut, Pimpinan Panwascam Bojongmanik di tempat penerimaan pendaftaran KPPS. Dari hasil pengawasan didapat keterangan bahwa jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Bojongman8k Berjumlah 8 TPS

“Dengan demikian kebutuhan petugas KPPS keseluruhannya sejumlah 56 orang, sedangkan kebutuhan petugas ketertiban TPS seluruhnya berjumlah 16 orang,” lanjut Roni.

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak, waktu pendaftaran petugas KPPS yang mencakup penerimaan berkas administrasi di wilayah Bojongmanik dimulai sejak tanggal 11 hingga 20 Desember 2023. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar antara lain berusia 17 tahun sampai 55 tahun, tidak menjadi pengurus partai politik yang bisa dicek secara online melalui di laman Komisi Pemilihan Umum.

“Apabila setelah dilakukan pencermatan melalui sistem informasi partai politik atau Sipol milik Komisi Pemilihan Umum seorang pendaftar terindikasi menjadi pengurus partai politik maka langsung digugurkan, dan apabila yang bersangkutan merasa tidak pernah ikut menjadi pengurus partai politik maka harus melampirkan surat keterangan dari parpol. Yang tidak kalah penting adalah calon petugas KPPS harus menguasai teknologi informasi,” imbuh Roni

Adapun jumlah pendaftar petugas KPPS sampai tanggal 18 Desember 2023 sejumlah 43 orang dan semuanya telah melaksanakan cek kesehatan di Puskesmas Bojongmanik berupa pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, suhu badan, gula darah serta pengukuran kolesterol

Jumlah anggota KPPS dalam satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejumlah tujuh orang ditambah 2 orang petugas ketertiban, sehingga keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi terkait rekam jejak calon petugas KPPS menjadi sangat krusial dan kepastian perekrutan dilaksanakan secara transparan dan bebas dari pengaruh politik yang mencemari proses demokrasi. tutup Roni. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *