Nusantara

Merasa di fitnah dan alami “Kriminalisasi”, Teuku Indra : Nama baik Laskar dan Media Mitrapol serta ektabilitas suara Prabowo-Gibran dipertaruhkan !?

Admin
1974
×

Merasa di fitnah dan alami “Kriminalisasi”, Teuku Indra : Nama baik Laskar dan Media Mitrapol serta ektabilitas suara Prabowo-Gibran dipertaruhkan !?

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Beberapa waktu ini, tersebar pemberitaan dibeberapa media online, terkait adanya oknum Wartawan yang dituduh telah melakukan pengancaman dan pemerasan kepada seorang pengusaha di Kota Sabang Aceh berinisial DY, dan kasusnya sendiri sudah dilaporkan ke Polres Sabang.

Terkait pemberitaan itu, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM.,S.H., yang dilaporkan oleh Pengusaha sebagai wartawan yang dituduh telah melakukan pemerasan dan pengancaman melalui rilisnya, Minggu (31/12/23) menjelaskan.

Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM.,S.H., adalah Kepala Perwakilan (Kaperwi) Media cetak dan online Mitrapol Aceh yang kebetulan juga menjabat sebagai Ketua Relawan Gerakan Nasional Patriot Pancasila (GNPP) Prabowo – Gibran Provinsi Aceh, menyampaikan dengan tegas kepada semua oknum yang diduga telah turut merekayasa, mengintimidasi dan memfitnah serta menyebarkan berita bohong terhadap dirinya selama ini harus bertanggungjawab secara hukum.

Teuku Indra yang memegang mandat selaku Ketua Relawan GNPP Prabowo – Gibran Provinsi Aceh mengajak kepada semua Relawan di Provinsi Aceh untuk terus bekerja keras dan bersatu dalam memenangkan suara Prabowo – Gibran agar Program Indonesia Maju dapat terus dilanjutkan, sehingga nantinya Aceh Insha Allah akan makmur dan maju, jangan terpengaruh dengan fitnah keji terhadap saya selaku Kaperwil Mitrapol Aceh, kebetulan saya dipercaya dari Ketua Umum Relawan GNPP Prabowo Gibran Pusat, Bapak Irjen Pol. (Purn) Anton Charliyan, M.P.K.N., agar tetap semangat dan merapatkan barisan untuk memenangkan calon Presiden dan Wakil Presiden kita dengan Gemoy dan bahagia, ujarnya.

Selama ini saya diam, di fitnah secara keji secara terus menerus di media-media tanpa diberikan hak koreksi dan hak jawab kepada saya, rekayasa dan fitnah serta cipta kondisi ini semakin hari semakin “liar” dan tak bertanggungjawab, sehingga telah menghambat juga kinerja saya saat dipercaya menjadi Ketua Relawan GNPP Aceh dalam menaikkan ektabilitas Prabowo-Gibran di Aceh yang selama ini terus “Meroket” naik tajam, saya sudah dapatkan informasi, ada pihak-pihak tertentu yang mau menghambat pergerakkan saya di Aceh, salah satunya melalui fitnah dan cipta kondisi yang saya alami saat ini, maka dari itu, mulai hari ini saya akan Lawan, ucap Ketua Relawan GNPP Prabowo – Gibran Provinsi Aceh ini.

Teuku Indra juga merasa heran atas respon yang terkesan “Lambat” dari Dirreskrimsus dan Dirreskrimum Polda Aceh terkait rekomendasi dari Propam agar permasalahannya di Polres Sabang ditangani oleh Polda Aceh guna menjaga Netralitas Hukum, akan tetapi sudah hampir satu bulan lamanya Rekomendasi dari Propam belum juga terlaksana dengan baik, ada apa ini, siapakah yang mau “diselamatkan” dalam permasalahan ini, si salah atau si benar!?, ucapnya penuh tanda tanya.

Masyarakat dapat menilai, kalau fitnah keji dan “Kriminalisasi” terhadap dirinya selama ini sangatlah terkesan adanya cipta kondisi, ada beberapa hal yang bisa menunjukkan indikasi tersebut yaitu :
1. Laporan saudara DY di Polres Sabang telah kadarluarsa, karena sebelas bulan yang lalu ditulis pada keterangannya : bantuan, tapi setelah 11 bulan kemudian tiba tiba menjadi Pemerasan, kan aneh dan sesuai dengan masa kadarluarsa Pelaporan telah diatur menurut Pasal 74 KUHP, maksimal 6 bulan kalau bertempat tinggal di Indonesia dan 9 bulan bila tinggal di luar Indonesia, ini sudah 11 bulan kan sudah jelas kadarluarsa dan seharusnya sudah tidak bisa di proses secara hukum lagi, akan tetapi sebaliknya Penyidik Polres Sabang meningkatkan statusnya dari Lidik ke Sidik, sesuatu yang awalnya bersifat bantuan koq setelah hampir satu tahun berlalu berubah menjadi pemerasan bahkan Ia dituduh, selain menerima transfer juga telah menerima uang cash sebesar 20 juta, jika ini tidak bisa dibuktikan nanti, apalagi bila berani “Menciptakan” saksi palsu maka bersiaplah dengan laporan balik dari saya, jangan merasa pintar membolak balekkan fakta, ingat hukum tidak akan bisa kalian rekayasa, karena masih banyak Penegak hukum yang baik, pertanyaannya kenapa Penyidik Polres Sabang dalam masalah ini tetap bersikeras melanjutkan laporan “basi” alias kadarluarsa tersebut, ada apa…?

2. Kapolres Sabang sangat “getol” bermain media Pers dalam hal ini, seakan-akan Ia merupakan pengacara dari Pelapor, seharusnya si Pelapor lah yang ribut terus di Media Pers apabila kasusnya tidak berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku, ini koq Kapolres Sabang yang terus muncul di media Pers mengeluarkan statmen terkait hal tersebut, seharusnya Kapolres Sabang bersikap NETRAL selaku Penegak Hukum karena hak Pelapor dan Hak Terlapor itu sama di mata hukum bahkan seharusnya dalam sebuah kasus hukum maka asas Praduga tak bersalah tetaplah harus diutamakan, dimana letak keadilan hukum kepada saya…?

Salah satu oknum wartawan media online di Sabang yang diduga mempunyai hubungan kedekatan dengan Kapolres Sabang, secara terus menerus menaikkan permasalahan ini, beritanya ya itu itu saja, istilahnya, semacam “team tukang goreng” lah, bahkan media tersebut memuat stament Ketua PWI Aceh dan statment salah satu anggota DPR – RI di Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terkesan apa yang telah dilakukan oleh Kapolres Sabang dan penyidiknya itu telah benar dan sesuai prosedur, Aparat Penegak Hukum koq seperti harus bermain “opini” di media, sehingga terkesan tidak bisa melaksanakan Penegakkan hukum tanpa meminta dukungan dari wartawan dan Komisi III DPR – RI, ada apa…?

3. Hasil Rekomendasi Propam untuk menarik kasus tersebut ke Polda Aceh agar terciptanya netralitas hukum, atas dasar pertimbangan dikarenakan Kapolres Sabang, AKBP Erwan,S.H.,MH., juga sedang dilaporkan ke Propam Mabes Polri oleh Yayasan Laskar terkait indikasi Pemerasan kepada salah satu Kontraktor yang sedang mengerjakan proyek Pemerintah Kota Sabang dan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugasnya selaku Kapolres Sabang, yang kebetulan saya (Teuku Indra) juga memegang beberapa Jabatan, baik di Media Mitrapol selaku Kaperwil Aceh dan juga di Relawan GNPP Prabowo – Gibran sebagai Ketua Relawan Provinsi Aceh, termasuk pada Yayasan Laskar menjabat sebagai Pembina, agar jangan ada konflik kepentingan, sudah seharusnya permasalahan dirinya segera ditangani oleh Polda Aceh, apalagi sudah ada rekomendasi dari Propam, pertanyaannya, kenapa terkesan sangat “lambat” ditangani oleh Polda Aceh, seakan-akan ada yang “takut terbongkar semua misteri ini,” jika di tangani oleh Polda Aceh, siapa dan kenapa…?

Ingat, fitnah lebih kejam daripada Pembunuhan, apalagi jika nanti dalam permasalahan ini akan terungkap yang melakukan rekayasa kasus, intimidasi dan kriminalisasi, fitnah terhadap saya merupakan seorang “oknum Penegak hukum,” maka Ia wajib di pecat dari intitusinya, ucap Kaperwil Mitrapol Aceh yang juga merangkap sebagai Ketua Relawan GNPP Prabowo Gibran Provinsi Aceh serta Pembina Yayasan LASKAR.

Masih menurut Teuku Indra, Ia sudah melakukan mapping selama ini, siapa saja yang terlibat dalam hal tersebut dan siapa saja para oknum yang tidak menjaga Netralitas dalam Pemilu di Aceh, Ia selaku Ketua Relawan GNPP Prabowo – Gibran Provinsi Aceh akan segera melaporkannya ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Pusat, saya tidak mau sia-sia keluar dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan telah mengajukan cuti sementara selaku Jurnalis agar bisa mendukung Prabowo – Gibran, wait and see, semuanya pasti akan segera terungkap, kalian para oknum harus bertanggungjawab atas semua kejahatan yang luar biasa ini, ungkapnya.

Indikasi “rekayasa kasus”, intimidasi, fitnah dan cipta kondisi yang saya rasakan di Polres Sabang pastinya telah menodai ektabilitas yang baru diraih oleh Institusi Polri di akhir tahun ini sebesar 87,8%, sudah seharusnya Bapak Kapolri dan Kapolda Aceh serius mendalami permasalahan tersebut sebelum kembali mencoreng nama baik Institusi Polri dan untuk mencegah akan terjadinya kriminalisasi, intimidasi dan fitnah yang lebih keji terhadap saya, ujar Teuku Indra.

Terkait hal ini sudah sangatlah menganggu kinerja saya selaku Kaperwil Mitrapol Aceh dan selaku Ketua Relawan Gerakan Nasional Patriot Pancasila (GNPP) Provinsi Aceh serta selaku Pembina Yayasan Laskar dalam bekerja guna berkarya untuk Negara, termasuk menghambat saya dalam menaikkan ektabilitas suara Prabowo – Gibran di Aceh, jangan sampai ektabilitas Capres dan Cawapres yang kami dukung “Ter-ancam” alias “dipertaruhkan” karena fitnah dan cipta kondisi yang saya alami saat ini, ucap Ketua GNPP Relawan Prabowo – Gibran Provinsi Aceh.

Selaku kaperwil Mitrapol Aceh dan Ketua Relawan GNPP Prabowo – Gibran Provinsi Aceh serta Pembina Yayasan Laskar, Ia tetap objektif dalam menilai sebuah permasalahan dan Teuku Indra mengapresiasi kinerja Propam Mabes Polri dan Propam Polda Aceh yang telah menjalankan tugasnya sampai saat ini masih dengan tegak lurus dalam menangani laporan dari Yayasan Laskar dan laporan dari saya selama ini, Propam Kuat, Polri Mantap, Bravo Polri, tutupnya.

Redaksi Mitrapol menunggu hak koreksi dan hak jawab dari semua pihak terkait rillis pemberitaan ini.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *