Jakarta

Sebuah Gudang di Neglasari diduga jadi tempat pengepul BBM Ilegal

Admin
879
×

Sebuah Gudang di Neglasari diduga jadi tempat pengepul BBM Ilegal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi by google

MITRAPOL.com, Tangerang Banten – Sebuah Gudang berhalaman luas dengan pintu gerbang berwarna Coklat kehitaman di wilayah Neglasari Tangerang Kota diduga dijadikan tempat pengepulan Bahan Bakar Minyak bersubsidi jenis Solar ilegal.

Menurut keterangan warga sekitar lokasi tersebut, di dalam Gudang itu banyak Mobil Box yang keluar masuk di waktu-waktu yang mencurigakan, bukan seperti waktu aktifitas pada umumnya.

“Mas bisa lihat lokasi tersebut dimana lokasi itu sangat steril hingga mengundang kecurigaan yang mendalam, apa lagi dengan aktivitas keluar masuk Mobil Box pada malam hari,” ujar sumber yang tidak ingin disebut namanya.

Sumber juga mengatakan, timbunan BBM yang diduga illegal ini sebenarnya telah diketahui oleh aparat kepolisian setempat. Bahkan kabarnya oknum Polisi dari Polres Kota Tangerang menerima setoran yang jumlahnya lumayan besar dari sipemilik timbunan.

Terdengar juga isu kalau kegiatan tersebut dikordinir oleh pengurus berinisial MN dimana setiap kali ada LSM ataupun Wartawan yang menyoroti kegiatan tersebut dikondisikan oleh dia.

Agar pemberitaan yang dibuat oleh wartawan Media online mitrapol.com berimbang, wartawan berulang kali mencoba melakukan konfirmasi terkait hal tersebut melalui via WhatsApp namun tidak memberikan respon apapun.

Disisi lain, pihak kepolisian Polres Metro Tangerang Kota melalui Kapolres saat dikonfirmasi Via WhatsApp belum merespon hal tersebut.

Di tempat terpisah, Aktivis Pemantau Kebijakan Publik, Zainal Bis, mencurigai ada keterlibatan oknum anggota kepolisian yang ‘membackingi’ usaha penimbunan MMB bersubsidi ini, sehingga para mafia ini terang-terangan berani memainkannya.

“Gak mungkin kalau aparat tidak mengetahui usaha ilegal ini,” ujar Zainal

Dia berharap kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas dan memberikan sanksi pidana kepada pelaku mafia solar subsidi ini. Sebab jelas sudah melanggar Undang-undang Nomor 22 tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi.

“Kami berharap kepada aparat hukum untuk menindak tegas timbunan solar itu dan penjarakan pemiliknya,” pungkasnya.

 

Pewarta : Shemy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *