Jakarta

Awal Tahun 2024 BP2MI gelar Pelepasan dan Pembekalan 1.500 PMI Tujuan Korsel dan Jerman

Admin
576
×

Awal Tahun 2024 BP2MI gelar Pelepasan dan Pembekalan 1.500 PMI Tujuan Korsel dan Jerman

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, JAKARTA – Mengawali awal tahun 2024 Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan pelepasan kepada 260 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan dan 16 PMI ke Jerman serta 1.254 mengikuti Preliminary Education atau pembekalan program Government TO Government (G TO G), yang berlangsung di menara Peninsula Hotel, Slipi Jakarta. Senin (8/1/23).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam sambutannya menyampaikan pelepasan spesial kali ini di hadiri oleh Auditorat Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Dr. Ahmad Adib Susilo S.E., M.Sc., Ak., CA, CSFA, ERMCP perwakilan dari BPK.

” Pelepasan PMI kali ini merupakan momentum baik di awal tahun 2024, sebab acara disaksikan langsung perwakilan BPK karna kehadiran BPK sebagai bentuk transparansi pengelolaan anggaran oleh BP2MI “. Ungkap Benny.

Benny menjelaskan untuk pemberangkatan pertama di tahun 2024, BP2MI telah memberangkatkan 260 PMI ke Korea Selatan dan 16 PMI ke Jerman. Seluruhnya diberangkatkan secara G to G ke negara penempatan. Untuk Korea Selatan akan ditempatkan di sektor perikanan dan manufaktur. Untuk Jerman di sektor kesehatan. tuturnya.

Benny menyinggung terkait semua program penempatan yang seharusnya ditanggung oleh negara. Itu sesuai dengan amanat dari Pasal 30 ayat 1. Namun hingga saat ini, hal tersebut belum bisa dilakukan. Seharusnya lembaga yang ia pimpin tak hanya berkutat pada masalah tanggung jawab perlindungan kepada para pekerja migran, namun pengelolaan anggarannyapun harus juga dipertanggung jawabkan dengan baik.

BP2MI hingga saat ini terus mengalami berbagai kemajuan, salah satunya adalah peningkatan permintaan tenaga kerja Indonesia dari berbagai negara.

Kami ingin menyampaikan kepada rekan-rekan BPK bahwa sesenpun uang rakyat dipertanggungjawabkan dalam hal, tidak hanya Perlindungan tentu dalam hal juga penempatan, walaupun kita masih kesulitan. Keluhkan Benny.

Melihat kemajuan yang menjanjikan Benny mendorong pemerintah untuk terlibat aktif membantu menghentikannya, dia berharap ke depanya pemerintah bisa melobi negara-negara penerima PMI untuk membuka sektor lain, karena saat ini para PMI yang dikirim ke sana hanya fokus ke beberapa bidang saja, salah satunya adalah manufaktur . Benny berharap ke depan para PMI juga dapat merambah bidang lain, seperti pertanian hingga kesehatan

Kita tidak hanya ingin peningkatan itu dijumah saja, tapi juga sektor-sektor pekerjaan, ya ini tugas negara untuk melakukan diplomasi dengan negara penempatan, misalnya Korea, tidak hanya manufaktur, tetapi bagaimana sektor logistik,sektor pertanian, perhotelan dan seterusnya. nah ini harus dibuka di negara-negara penempatan,” tutup Benny

 

Pewarta: Yape Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *