HukumNusantara

Dugaan Korupsi Dana Desa Lafakha yang sempat viral, Polres Simeulue surati Inspektorat

Admin
996
×

Dugaan Korupsi Dana Desa Lafakha yang sempat viral, Polres Simeulue surati Inspektorat

Sebarkan artikel ini
ilustrasi by google

MITRAPOL.com, Simeulue Aceh – Terkait dugaan korupsi ratusan juta Dana Desa Lafakha Tahun Anggaran 2022 dan 2023 yang menjadi perhatian publik dan sempat viral beberapa waktu lalu, kini mulai ditindaklanjuti Aparat Penegak Hukum (APH).

Kasat Reskrim Polres Simeulue, IPDA Zainur Fauzi, SH saat dikonfirmasi media Mitrapol melalui WhatsApp membenarkan hal tersebut. IPDA Zainur mengatakan pihaknya telah menyurati Inspektorat Kabupaten Simeulue guna untuk meng audit (menghitung) kerugian negara.

“Sudah kita surati Inspektorat,” ujar IPDA Zainur Fauzi, SH kepada Mitrapol Rabu malam (10/12/2024).

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Simeulue, Drs. Alwi saat dikonfirmasi awak media mengatakan pihaknya hari ini, Kamis (11/1/2024) akan duduk dengan tim untuk membahas persoalan tersebut.

Adapun sejumlah item pekerjaan yang diduga di korupsi, seperti yang diungkap oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa Lafakha diantaranya:

1. Dana Bumdes Desa Lafakha senilai Rp. 88.000.000 yang diduga belum dikembalikan oleh Pemerintah Desa Lafakha.

2. Dana Bumdes yang dipinjam Kepala Desa Lafakha, Zulyan Amin, yamg diduga untuk kepentingan pribadi senilai Rp. 7.000.000.

3. Dana Bumdes Pinjaman atas nama Amir Mahmud atau Amir Dagang Rp. 10.000.000 diduga belum dikembalikan termasuk bunga pinjaman.

4. Dana Bumdes dipinjam oknum aparat Desa sebelumnya dan belum dikembalikan Rp. 50.000.000.

5. Rehab Rumah Warga senilai Rp. 80.000.000 (Diduga Mark-up Rp. 20.000.000).

6. Selanjutnya, Perkebunan warga yang diduga gagal senilai Rp. 5.000.000.

7. Pengadaan Tenk Semprot senilai Rp 94.000.000. Sedangkan yang dibeli 117 unit. Sementara dalam APBDes perubahan harganya per unitnya Rp 800.000.

Namun, sumber Media ini menyebutkan Teng Simprot yang dibagikan ke masyarakat adalah Teng Simprot Merk Jenggo Nomor 3 yang setelah dicek di toko harganya senilai Rp 450.000 per unitnya.

8. Pembangunan sumur Bor Rp. 31.000.000 (diduga mark up Rp. 20.000.000).

9. Penyembelihan Sapi milik Bumdes 2 ekor dan jika dinilai mencapai Rp. 30.000.000 (Belum diketahui dasar hukumnya).

10. Kepala Desa Lafakha diduga mengambil Bunga Bank atau bagi hasil dari Bank senilai Rp. 7.500.000 dari mantan direktur Bumdes.

11. Pembangunan jalan ke arah kantor desa yang hanya sekitar 10 meter namun nilainya Rp 5.000.000.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat material yang terpakai hanya 3 zak semen, 2 batang besi ukuran 8. Upah tukang 500.000. Pasir 1 kubik dan batu satu kubik harganya 100.000 dan 150.000.

“Tapi anggarannya besar sekali yakni Rp 5 juta. Sementara pajak PPN yang dikenakan hanya besi sama semen. Kalau pasir batu itu masuk pph,” Jelasnya.

Informasi diperoleh media Mitrapol, Dana Bumdes Desa Lafakha pada tahun 2022 sebanyak Rp. 400.000.000. Namun diduga uang Bumdes tersebut telah habis dan belum diketahui bagaimana pertanggungjawabannya.

Potensi dugaan korupsi Dana Desa Lafakha diduga tidak hanya pada kegiatan fisik dan Dana Bumdes. Tapi juga berpotensi pada pemotongan pajak Dana Desa Lafakha tahun Anggaran 2022 dan 2023.

Pemotongan pajak tersebut diduga dengan modus memotong terlebih dahulu untuk pembayaran pajak senilai 10 hingga 12 % dari total nilai Dana Desa Lafakha. Kemudian setelah pemotongan tersebut tidak semua item kegiatan Dana Desa dikenakan pajak.

“Pembayaran pajak Dana Desa Lafakha tahun 2022 dan 2023 perlu diaudit. Bayangkan jika Dana Desa Lafakha 700.000.000 maka jika di x 12 ℅ untuk pajak. Maka ada sekitar 80.000.000 yang dipotong untuk pembayaran pajak,” ungkapnya.

 

Pewarta : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *