Hukum

Aksi Demo di Pemkab Banyuwangi, Ammblas Minta Kapolresta Usut Biang Informasi Ada fee Proyek 40 Persen

Admin
1968
×

Aksi Demo di Pemkab Banyuwangi, Ammblas Minta Kapolresta Usut Biang Informasi Ada fee Proyek 40 Persen

Sebarkan artikel ini
Aksi Demo di Pemkab Banyuwangi, Ammblas Minta Kapolresta Usut Biang Informasi Ada fee Proyek 40 Persen
Masyarakat yang mengatasnamakan Ammblas (Aliansi Media, LSM dan Advokat Banyuwangi Selatan) menggelar aksi demo di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Rabu (17/01/2023).

MITRAPOLl.com, Banyuwangi – Masyarakat yang mengatasnamakan Ammblas (Aliansi Media, LSM dan Advokat Banyuwangi Selatan) menggelar aksi demo di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Rabu (17/01/2023).

Masa aksi mendesak Bupati dan Sekretaris Daerah Banyuwangi agar mengusut tuntas terkait isu fee proyek normalisasi sungai sebesar 40 persen sesuai dengan beberapa postingan tiktok di media sosial yang diunggah oleh seorang putra daerah Banyuwangi yang bernama Edi Suprapto atau Dus Edi beberapa waktu lalu.

Di mana sebelumnya, dalam salah satu postingan tiktok Gus Edi (gusedi111) yang diunggah pada 7 Desember 2023 yang membahas “Fee Proyek Normalisasi 40 % = 80 jt Harus di Bongkar, Berantas Korupsi di Banyuwangi” dengan menyebut beberapa nama.

Dan atas dasar beberapa tiktok Gus Edi yang dinilai oleh sebagian masyarakat apakah berita itu benar atau hoax sehingga telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat, yang berujung dirinya dilaporkan di Polresta Banyuwangi.

M Rofoq Azmi, perwakilan aksi demo menjelaskan, berawal dari beberapa tiktok Gus Edi itu dan demi menjaga Banyuwangi tetap kondusif, kami yang tergabung di Ammblas mengundanghadirkan Gus Edi ke Balai Aspirasi Banyuwangi Selatan yang berkedudukan di Dusun Lidah RT 03/RW 04 Desa Gambiran Kecamatan Gambiran untuk di klarifikasi pada Rabu (10/01/2024) sekitar pukul 11.00 Wib.

“Saat itu di depan saksi 23 orang, Gus Edi mengatakan bahwa dirinya mengunggah beberapa tiktok terkait Fee n Proyek Normalisasi 40 % itu bukan tanpa dasar dan ketika ditanya apa dasar Gus Edi mengunggah tiktok itu seketika itu juga Gus Edi menunjuk serta memutar sebuah Video yang mengejutkan 23 orang yang hadir saat itu” kata M Rofiq.

Rofiq Azmi menambahkan, dalam video tersebut ternyata benar ada seseorang yang berinisial N yang memberi informasi terkait fee proyek normalisasi 40 persen.

“Sehingga Gus Edi selaku putra Banyuwangi merasa terpanggil untuk menyuarakan hal itu dengan cara diviralkan melalui tiktok sehingga berbuntut panjang yang pada akhirnya Gus Edi dilaporkan ke Polresta Banyuwangi,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Rocky Sapulette sebagai tim orasi saat aksi demo. Rocky mengatakan, terkait dengan Gus Edi yang dilaporkan ke Polresta Banyuwangi karena unggahan tiktoknya di medsos tentang fee Proyek Normalisasi 40 % itu, ia berharap agar dikaji ulang.

Dala orasinya, masa aksi meminta agar Bupati dan Sekda Banyuwangi menemui peserta aksi demo untuk mendengar langsung aspirasi mereka. Namun karena tidak terpenuhi keinginan peserta aksi demo akhirnya perwakilan aksi diminta untuk menemui Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs Dwi Yanto.

Berikut pertanyaan dan tuntutan aksi Ammblas saat demo, yakni apakah benar ada fee proyek normalisasi sungai sebesar 40 persen ? bilamana ada dan tidak ada aturan tentang itu maka baik si pemberi fee maupun si penerima fee harus di proses hukum.

Dan sebaliknya bilamana tidak ada fee proyek normalisasi sungai sebesar 40persen maka si pemberi informasi yang berakibat viral di medsos melalui tiktok harus di proses secara hukum dan harus diusut tuntas sehingga tidak terjadi lagi kegaduhan di Banyuwangi yang selama ini baik-baik saja.

Selanjutnya Drs Dwi Yanto menerima permintaan dari perwakilan aksi demo dan berjanji dalam waktu dekat akan disampaikan jawabannya kepada perwakilan aksi demo setelah berkoordinasi dengan pihaknya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *