Nusantara

Buang limbah kayu sembarangan, warga keluhkan keberadaan sawmill

Admin
943
×

Buang limbah kayu sembarangan, warga keluhkan keberadaan sawmill

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Putussibau Kalbar – Pengergajian Sawmil di wilayah Kedamin dan Pantai Sibau diduga membuang limbah serbuk kayu bekas pengergajian dan sampah potongan kayu yang sudah tidak terpakai ke sungai.

Limbah serbuk bekas pengergajian dan sampah potangan kayu yang sudah tidak terpakai itu terlihat menumpuk tinggi di pingggir sungai, di area lokasi keberadaan sawmill dan sebagian lagi sudah terendam serta hanyut terseret air sungai.

Warga juga merasa resah dengan bisingnya suara mesin sawmil, belum lagi debu-debu penggergajian ini sangat mengganggu kesehatan warga sekitar, kadang kadang jika musim banjir bekas serbuk kayu dan potongan kayu membuat wilayah sekitar terendam banjir ujar salah satu warga setempat. Kamis (25/01/2024).

Warga juga mengeluhkan kondisi air sungai, saat kami mandi air tersebut terasa gatal ditubuh kami, bebernya.

Saat ditanya kenapa tidak dilaporkan agar ijin dicabut, warga mengatakan kalau mereka ngak enak kalau kita konplin nanti dianggap kita iri dengan usaha mereka, ungkap warga.

Lanjut tanya awak media tapi kalau warga sekitar mau beli kayu pasti murah lah??? Waduh sama aja mas pokok nya harga sama dengan yang lain keuntungan kita warga sekitar menikmati polusi udara dan pencemaran sungai ungkap canda salah seorang warga yang engan nama nya disebut kan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, pihak pemilik tidak memberikan tanggapan terkait limbah yang di buang ke aliran sungai Kedamin dan Pantai Sibau tersebut.

Warga sekitar meminta kepada Dinas terkait agar menindaklanjuti persoalan ini, karena ini sudah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan oleh pihak terkait.

Belum lagi bicara asal-usul kayu yang diolah, kami menduga pengusaha sawmil terarbut tidak memiliki ijin area kayu kemudian ijin penumpukan kayu kalau pun ada dugaan kami itu hanya formalitas saja,soal nya pantauan kami sawmil mengolah kayu dari para pekerja yang tidak jelas perijinan wilayah penebangannya.

Pewarta : Rajali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *