NusantaraOpini

Legalitas Bangunan Gedung, Apa itu SLF

Admin
658
×

Legalitas Bangunan Gedung, Apa itu SLF

Sebarkan artikel ini

Oleh : SP. Rayrobbend. SWR
Kepala Biro Mitrapol Sukabumi

MITRAPOL.com, Sukabumi Jabar – Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah salah satu legalitas untuk bangunan gedung dan berlaku sebagai persyaratan dasar dalam perizinan berusaha berbasis risiko.

Dalam mendirikan dan menggunakan bangunan gedung sebagai sarana kegiatan usaha, setiap pemilik atau kuasanya wajib mengurus syarat-syarat legalitasnya.

Syarat-syarat dan mekanisme tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (PP 16/2021).

Dalam mendirikan bangunan gedung, pelaku usaha wajib mendapatkan perizinan dari pemerintah berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Namun, tidak hanya sebatas PBG saja. Setelah bangunan gedung siap digunakan untuk kegiatan usaha, pemilik wajib mengurus Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung (SLF).

Lantas, apa yang dimaksud dengan SLF dan apa saja poin penting yang harus diketahui?
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) berganti nama menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).”

Sejak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu 2/2020) dan peraturan turunannya disahkan, pemerintah resmi mengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Kehadiran PBG ini akan menerapkan konsep norma, standar, pedoman, dan kriteria (NSPK) yang berpatokan dari pemerintah pusat, berbeda dengan IMB.

PBG dibuat agar mempermudah masyarakat, termasuk pelaku usaha untuk mendapatkan perizinan untuk membangun bangunan gedung. Dengan demikian, proses PBG yang lebih cepat akan semakin mempercepat investasi bagi pelaku usaha.

Apa Itu SLF?
SLF adalah sertifikat yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum dapat dimanfaatkan (Pasal 1 angka 18 PP 16/2021).

Selain itu, SLF berfungsi sebagai parameter yang menyatakan bahwa gedung sudah memenuhi persyaratan kelayakan sesuai fungsi dan standar bangunan yang sudah ditentukan.

Dengan tidak adanya SLF, maka bangunan gedung tidak dapat digunakan secara legal.
Fungsi Bangunan Gedung dalam SLF
Salah satu poin yang penting untuk menjadi perhatian dalam pengurusan SLF adalah fungsi dari bangunan gedung tersebut.

Fungsi bangunan gedung merupakan ketetapan pemenuhan standar teknis, yang ditinjau dari segi tata bangunan dan lingkungannya maupun keandalan Bangunan Gedung (Pasal 4 ayat (1) PP 16/2021).

Fungsi bangunan gedung terdiri dari (Pasal 4 ayat (2) dan (3) PP 16/2021):

Fungsi hunian;
Fungsi keagamaan;
Fungsi usaha;
Fungsi sosial dan budaya;
Fungsi khusus; dan
Fungsi campuran.
Beberapa contoh fungsi bangunan gedung yang ditujukan bagi kegiatan usaha meliputi:

Perkantoran;
Perdagangan;
Perindustrian (misalnya, pabrik);
Perhotelan;
Dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *