NusantaraPendidikan

Dengan tema “Membangun generasi Islam akhir zaman yang berakhlak mulia”, SMA N 15 Pandeglang gelarperingatan Isra Mi’raj

Admin
494
×

Dengan tema “Membangun generasi Islam akhir zaman yang berakhlak mulia”, SMA N 15 Pandeglang gelarperingatan Isra Mi’raj

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam Islam. Itu adalah perjalanan satu malam yang dialami Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjut ke langit ketujuh.Di Indonesia, peristiwa tersebut diperingati setiap tahun. Tahun ini, peringatan Isra Miraj 1445 H bertepatan dengan Kamis, 8 Februari 2024.

Sekolah SMA N 15 Pandeglang adakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema,”Membangun generasi Islam akhir zaman yang berakhlak mulia” . Rabu, (7/8/24).

“Ia kebetulan besokkan tanggal merah, dan jatuhnya hari peringatan Isra Mi’raj ini pada tanggal 8 februari 2024 sesuai kalender Nasional kita mengadakan peringatan ini dengan anak didik bersama para guru di SMA N 15 Pandeglang yang diadakan di wilayah sekolah SMA N 15 Pandeglang yakni di desa . Banjarmasin, kecamatan Carita, kabupaten Pandeglang – Banten” Papar Deri Aldina, SE M, selaku kepala Sekolah SMA N 15 Pandeglang.

Ditambahkan sang kepsek, Kita adakan acara ini dengan penceramah KH. Moh. Ali Sonhaji, S.Pd dari Labuan. Salah satu keindahan dari ajaran agama Islam yakni mendorong umatnya untuk memiliki akhlak yang baik dan mulia. Rasulullah SAW bersabda ” Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan Akhlaq Yang Mulia”.

Hadist tersebut menjelaskan kedudukan akhlaq yang sangat penting di dalam agama Islam. Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin menerangkan bahwa akhlaq adalah suatu perangai, watak atau tabiat yang melekat kuat dalam jiwa seseorang. Akhlak merupakan sumber timbulnya perbuatan-perbuatan tertentu dalam diri seseorang.Terangnya lagi.

Jadi dengan kita mengadakan kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini mengharapkan anak – anak didik SMA N 15 Pandeglang ini memiliki ahlak mulia dan menjadi panutan sukses dalam dunianya dan sukses agamanya.

Lanjut Kepsek, Menurut Quraish Shihab, pembiasaan diri merupakan salah satu cara terbaik untuk membentuk akhlaq. Dan lebih utama adalah orang tua, karena orang tua merupakan pilar dan penanggung jawab utama seorang anak, khususnya ibu. Ibu adalah Al Madrasah Ula (pendidikan pertama dan utama ) bagi seorang anak di dalam sebuah keluarga.

Kiat kedua yakni dengan keteladanan. Keteladanan yang berarti sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh. Manusia memerlukan pedoman keteladanan sebagai panutan dalam segala aktivitasnya. Umat Islam, hendaknya merujuk pada kepribadian dan akhlaq Nabi Muhammad SAW dengan sebaiknya. Seperti yang kita ketahui, dengan merujuk atau meneladani akhlaq Rasulullah SAW, Insya Allah persoalan hidup kita akan ada jalan keluar. Terangnya.

Seperti kisah Rasulullah ketika kaum muslimin berhasil merebut kota Mekkah. Secara politik mestinya Rasulullah dapat berbuat apa saja kepada musuh-musuhnya yang telah mengusir dan menganiaya para sahabat dan pengikut Rasulullah ketika itu.

Ketika musuh Rasulullah dari kaum Quraisy dan kaum Yahudi menyangka Rasulullah akan meluapkan amarah dan dendam, yang dilakukan Rasulullah justru sebaliknya, tutup Deri.

 

Pewarta : Royen Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *