Nusantara

Warga Penerima Bansos di Pandeglang Kena Damprat Pendamping KPM

Admin
2480
×

Warga Penerima Bansos di Pandeglang Kena Damprat Pendamping KPM

Sebarkan artikel ini
Warga Penerima Bansos di Pandeglang Kena Damprat Pendamping KPM
Ilustrasi seorang pendamping KPM (Keluarga Penerima Manfaat) tega memarahi seorang warga penerima bansos di Kantor Desa Dahu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Jumat (16/2/2024). (shutterstock)

MITRAPOL.com, Pandeglang – Seorang pendamping KPM (Keluarga Penerima Manfaat) tega memarahi seorang warga penerima bansos di Kantor Desa Dahu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Jumat (16/2/2024).

Diyoh, warga tersebut bahkan sampai menangis dan keluar dari kantor desa usai dibentak-bentak pendamping KPM itu.

“Ia pak saya merasa dimarahin di depan orang banyak pak, dan pulangnya saya sampai meneteskan air mata. Uang bantuannya hanya 225 ribu pak,” kata Diyoh.

Awal kejadian, saat itu Diyoh mendatangi kantor desa dan bertemu dengan Iip selaku pendamping PKH. Ia mempertanyakan barcode yang belum didapatkannya, namun bukan penjelasan yang didapat tapi kata-kata ketus dari Iip yang Diyoh terima.

“Maksud dan keinginan saya mah pak, bicara begitu jangan didepan orang banyak, saya jadi malu pak. Kan bisa bicara di luar duaan, dan diomongin baik-baik. makanya saya sampai nangis pak, karena malu di depan orang banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Iip saat dimintai keterangan oleh awak media melalui pesan whatsapp mengaku tidak memarahi. Menurutnya, mungkin Diyoh tidak memahami cara penyampain dirinya saja.

“Marah apa pak, saya bukan marah tapi ngomongin KPM yang bersangkutan untuk bisa hadir kumpulan P2K2. Karena KPM itu punya kewajiban untuk mengikuti itu,” tukasnya.

Iip menjelaskan bahwa sekarang itu di aplikasi SIKS-NG, ketika KPM tidak dihadirkan dalam kegiatan P2K2 akan mempengaruhi terhadap bantuannya.

“Saya sudah sampaikan siapa yang memarahi itu kewajiban Saya mengingatkan untuk ikut kumpulan sebagai kewajiban sebagai KPM mengikuti P2K2. Tergantung cara yang bersangkutan menerima omongan saya,” kata Iip.

Ketika awak media mempertanyakan atas informasi kumpulan itu selalu dadakan, Iip mengatakan bahwa kumpulan P2K2 selalu terjadwal.

“Coba tanya ke yang bersangkutan, selama saya jadi pendamping pernah gak kumpulan PKH. Coba tanya ke KPM, dadakan tidak kumpulan P2K2′” ucapnya.

“Pemberitaan sumber harus berimbang. Tapi kalau nanti pemberitaan untuk menyudutkan saya, saya juga punya hak,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *