Jakarta

Puncak HPN 2024, Presiden Jokowi : Wajah saya di buat unik-unik, ini bagian penghormatan saya atas kebebasan pers

Admin
2306
×

Puncak HPN 2024, Presiden Jokowi : Wajah saya di buat unik-unik, ini bagian penghormatan saya atas kebebasan pers

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Jakarta – Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2024, mengusung Tema “Pers Mengawal Transisi kepemimpinan nasional dan merawat keutuhan bangsa”. Mengingat bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang melakukan pesta demokrasi Pemilu pada tanggal 14 Februari 2024 lalu.

Dalam acara tahunan tersebut hadir Presiden, para Menteri, Kapolri dan Panglima serta para Duta Besar negara sahabat para Kepala Daerah dan wartawan senior yang menerima penghargaan yang jadi tauladan serta seluruh wartawan dan tamu undangan.

PWI Pusat sebagai tuan rumah kegiatan HPN 2024, didukung oleh para sponsor yang ikut juga menampilkan berbagai pertunjukan tarian kontemporer khas budaya Kota Jakarta. Kemudian, dilanjutkan dengan penandatanganan MoU bersama PWI Pusat guna mendukung program dan sukses kegiatan HPN 2024.

Dalam sambutannya Ketua PWI Pusat, Hendry CH Bangun menyampaikan rasa syukur atas dukungan dari Presiden dalam kegiatan HPN 2024.

“Seluruh panitia HPN merasa bangga dari kehadiran bapak Presiden pada puncaknya, setelah berbagai program HPN berjalan dengan baik. Termasuk juga kepada tiga calon presiden dan wakil presiden dalam pemilu dalam menyampaikan visi dan misinya. Sehingga pemilu berjalan baik dan sesuai dengan tema HPN 2024, wartawan indonesia bertugas mengawal transisi dan harus berjalan dengan baik dan pembangunan dapat berjalan,” kata Hendry.

Lalu, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu sedikit menegaskan, jika Pers adalah bagian demokrasi. Selain itu, berbagai tantangan kedepan pers menuntuk agar pers lebih berkualitas.

“Pers adalah salah satu penegak demokrasi, dan saat ini PR penting pers adalah pers dituntut harus mampu menjawab kebutuhan publik akan informasi yang akurat, inspiratif dan dapat dipertanggung jawabkan. Peningkatan aduan produk pers sebesar 30 persen selama lima tahun terakhir dimaknai adanya ketidakpuasan publik pada karya jurnalisme. Sekaligus mencerminkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap pers,” tegasnya.

Muktaridi jurnalis Mitrapol ikut menghadiri HPN 2024, di Jakarta (20/02/2024).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya pelaksanaan kegiatan Hari Pers Nasional serta rasa terima kasih atas partisipasi dari seluruh para insan pers di dalam mengawal proses perjalanan demokrasi di Indonesia.

“Selamat Hari Pers Nasional, dan terima kasih kepada insan pers yang secara konsisten menemani kehidupan masyarakat dalam berdemokrasi, dan ikut mengawal pemilu 2024 yang baru kita jalani. Mengingat kita baru saja pemilihan umum yang baru saja kita jalani,” ucap Jokowi di depan para tamu undangan di Ecovention Ancol, Jakarta, Selasa (20/02/24) sore.

Di sela pidatonya dengan sedikit tawa, Presiden Jokowi mengakui bahwa pada akhir-akhir ini dirinya pernah menjadi sasaran kritik pedas dari para insan pers. Namun, dirinya menyatakan bahwa itulah sebuah proses dari kebebasan pers.

“Saya juga sering di kritik tajam, ada wajah saya yang unik-unik, aneh-aneh di sampul media, majalah dan medsos ramai sekali. Tapi tidak apa-apa tidak masalah buat saya. Ini bagian penghormatan saya atas kebebasan pers, kebebasan berekpresi dan kebebasan pendapat,” aku Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan beratnya tantangan insan pers di era digital. Oleh karenanya, Jokowi sangat mendukung bagi para insan pers di dalam upaya pengembangan journalisme yang berkualitas di Indonesia.

“Kita terus berupaya mendukung sistem pers dengan tetap menghormati kebebasan pers. Seperti yang sudah saya sampaikan dalam tahun lalu, jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan industri konvensional menjadi perhatian pemerintah dan ini yang dinanti-nanti. Setelah sekian lama dan perdebatan panjang dan akhirnya kemarin saya sudah menandatangani peraturan presiden tentang tanggung jawab platform digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas atau lebih kita kenal Perpres publisher rights. Walaupun itu melalui perdebatan sangat panjang, sehingga kedepan menjadikan jurnalisme berkualitas dan jauh konten-konten negatif dan jurnalisme yang mengedukasi untuk kemajuan indonesia,” tutupnya.

 

Pewarta : MM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *