Hukum

Gara-gara uang 500 ribu rupiah, Dua warga Kapuas Hulu harus berurusan dengan hukum

Admin
2287
×

Gara-gara uang 500 ribu rupiah, Dua warga Kapuas Hulu harus berurusan dengan hukum

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Kapuas Hulu Kalbar – Bibi dan Satria dua orang warga Kapuas Hulu Kalimantan Barat tidak menyangka uang 500.000 ribu rupiah yang mereka terima menjadi petaka bagi keduanya.

Kepada awak media mitrapol.com, Bibi menceritakan kronologis kejadian sampai mereka terjebak dalam persoalan barang haram yang mereka sendiri tidak mengetahui kebenarannya.

Bibi dan Satria menjelaskan bahwa mereka berdua disuruh seseorang bernama Zainal untuk mengambil barang yang menurut penjelasan Zainal bahwa barang yang diambil itu barang milik TKI yang ketinggalan di Perkebunan Sawit.

“Kami berdua diupah masing-masing 500 ribu rupiah, pada saat mengambil mereka menggunakan mobil Inova Hitam, mobil dan supir juga sudah disiapkan oleh Zainal jadi kami tinggal mengikuti saja,” jelas Satria dan Bibi. Rabu (13/3/24).

Dikarenakan Zainal ini teman akrab bapak saya jadi saya tidak mencurigai barang apa yang diambil, mobil siapa yang digunakan dan siapa supirnya, karena kami percaya bahwa barang yang diambil itu milik TKI yang ketinggalan, ungkap Satria.

Lanjutnya, setelah mengambil barang ditempat yang telah ditentukan, sekitar jam 02.00 WIB tiba-tiba mobilnya dihentikan Pamtas di daerah Sebindang, kemudian tanpa ada pemeriksaan, barang yang kami ambil dimasukankan lagi ke mobil saat itu posisi kami menunduk dan dimuat kemobil Pamtas lalu kami dibawa ke daerah Sawit Batu Putih, awalnya mobil yang kami tumpangi mengarah ke Putussibau, lalu kami dibawa balik lagi ke belakang itulah daerah Sawit Batu Putih.

Di Sawit Batu Putih Baru ada pemeriksaan barang yang kami ambil dan saat itulah kami baru tahu bahwa barang tersebut berisikan narkoba jenis sabu seberat 15,5 kg, jelas keduanya.

Di tempat tepisah, pihak keluarga mengungkapkan kekecewaan dan keheranannya dengan kejadian ini, pasalnya penangkapan yang dilakukan penuh kejanggalan, kenapa si Zainal orang yang menyuruh Satria dan Bibi tidak langsung ditangkap, padahal rumah Zainal itu dilintasi saat penagkapan, terkesan Zainal dibiarkan dan diberi kesempatan untuk melarikan diri termasuk supir Inova yang membawa Satria dan Bibi juga tidak ditangkap.

Kami pihak keluarga tidak membela persoalan yang salah, silahkan hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku, tapi kami juga menuntut kebenaran hukum yang sebenarnya, jangan sampai Bibi dan Satria menjadi tumbal dalam kejahatan yang cukup besar ini.

Kami juga sebagai merasa malu dengan kejadian ini, moral dan beban sosial kami di masyarakat menjadi buruk, apalagi Satria masih terlampau muda usia, masih 20 tahun, masa depannya menjadi hancur akibat ketidak adilan hukum, harapan kami, kebenaran hukum harus segera di buka dengan terang benderang, harap pihak keluarga Bibi dan Satria.

 

Pewarta : Rajali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *