Hukum

Dukung Polisi Tembak Debt Collector di Palembang, LSM SANRA : Tindak Tegas Oknum yang Main Rampas Paksa Kendaraan

Admin
4246
×

Dukung Polisi Tembak Debt Collector di Palembang, LSM SANRA : Tindak Tegas Oknum yang Main Rampas Paksa Kendaraan

Sebarkan artikel ini
Dukung Polisi Tembak Debt Collector di Palembang, LSM SANRA : Tindak Tegas Oknum yang Main Rampas Paksa Kendaraan

MITRAPOL.com, Pandeglang – Beredar video viral di sosial media, di mana oknum polisi berinisial Aiptu FN yang diduga telah menembak dan menusuk dua orang oknum Debt Collector di Palembang.

Kejadian yang terjadi pada Sabtu (23/3/2024) pukul 14.00 WIB ini mengakibatkan dua oknum Debt Collector tersebut harus dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.

Tindakan yang dilakukan oleh oknum Polisi tersebut diduga kuat karena terdesak dan melakukan pembelaan diri, karena tekanan dari oknum Debt Collector yang akan mengambil paksa mobilnya.

Kejadian ini menjadi sorotan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Halnya Royen Siregar dari LSM SANRA ( Sayap Amanah Nusantara).

Ia mendukung akan tindakan yang dilakukan aparat kepolisian tersebut.

Menurutnya Debt Colelector yang semena-mena dalam mengambil paksa unit kendaraan yang menunggak pembayaran, harus ditindak tegas karena meresahkan masyarakat.

“Apa yang dilakukan oknum Dept Colektor itu sangat meresahkan masyarakat, karena Debt Collector hanya berhak menagih, bukan mengeksekusi. Yang bisa mengeksekusi hanya pihak pengadilan sesuai peraturan Undang-Undang Fidusia Nomor 42 tahun 1999 dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XII/2019,” kata Wasekjen DPP LSM Sanra ini.

Royen menilai, kepada aparat penegak hukum sajamereka  berani mengambil paksa kendaraan cicilan yang tertunggak pembayarannya di leasing. Apalagi terhadap masyarakat biasa, alih-alih mereka lebih ganas lagi.

”Kami selaku Lembaga Swadaya Masyarakat (SANRA) meminta kepada Kapolri untuk memerintahkan jajaran Kepolisian baik tingkat Polsek, Polres dan Polda, agar tidak segan-segan untuk menangkap oknum-oknum Debt Collector yang menghadang dan mengambil paksa kendaraan di jalan,” kata dia.

Royen berharap pihak kepolisian segera menindak para Debt Collector yang membuat resah masyarakat, sehingga tidak terulang kembali kejadian penusukan dan penembakan sepertidi Sumsel.

“Ini jadi salah suatu pembelajaran buat kita semua, dengan aparat polisi saja oknum Debt Collector berani bertindak semena-mena, apalagi dengan masyarakat biasa seakan-akan marwah polisi direndahkan. Mari polisi bersama Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat satu hati dengan masyarakat bersatu untuk menjaga kemanan dan kenyamanan NKRI yang kita cintai ini,” tutup Royen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *