Info Polri

Kapolda Banten akan tindak tegas pelaku usaha Bank keliling atau Kosiapa ilegal yang meresahkan masyarakat

Admin
5673
×

Kapolda Banten akan tindak tegas pelaku usaha Bank keliling atau Kosiapa ilegal yang meresahkan masyarakat

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Banten – Atas kejadian ulah oknum Bank Keliling yang menganiaya Ustadz Muhyi, Kapolda Banten Banten Irjen Pol Abdul Karim yang didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol H. M. Sabilul Alif serta PJU Polda Banten. membesuk Muhyi seorang ustadz asal Saketi Kabupaten Pandeglang yang menjadi korban pengeroyokan oleh oknum bank keliling.

Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim beserta jajarannya, dengan adanya kejadian tersebut, ia langsung bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut. Guna meredam situasi di wilayah Baros dan sekitarnya, atas adanya peristiwa dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum bank keliling terhadap salah satu tokoh masyarakat bernama ustadz Muhyi.

Kapolda Banten mengatakan,”Kami bersama unsur masyarakat lainnya akan menindak tegas terhadap para pelaku pengeroyokan,“ Tim Polda Banten dan Polres Pandeglang bersama tokoh masyarakat dan ulama setempat telah sepakat menyelesaikan masalah ini dengan jalur hukum. Saya meminta warga masyarakat untuk tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Serahkan kasus ini kepada kami. Kami akan melakukan tindakan hukum tegas terhadap para pelakunya, Rabu (3/4/2024).

Lanjut ia,“ Perlu kami tegaskan, Polda Banten tidak mentolelir tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat. Apalagi di bulan suci Ramadan ini. Banten secara umum kondusif dan saat ini warga sedang menjalankan ibadah puasa dengan khusuk. Kami ingatkan, jangan coba-coba merusak kondusifitas Banten, kami akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang mengganggu kantibmas. Sekali lagi, serahkan dan percayakan kasus ini kepada kami,” tegas Kapolda Banten.

Peristiwa Pengeroyokan yang dialami oleh seorang ustadz di Baros bernama Muhyi asal Saketi, itu murni merupakan ulah oknum bank keliling atau Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa), kejadiannya jangan di kaitan dengan SARA.

Masih hal yang sama,” Saya mengapresiasi terhadap tokoh ulama dan masyarakat Pandeglang yang mampu meredam situasi dan mempercayakan masalah ini kepada kepolisian dan meredam peristiwa ini tidak melebar ke mana-mana. Hal ini merupakan salah satu komitmen kerjasama antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Banten,” pungkas Kapolda Abdul Karim.

 

Pewarta : Muklis/Hms

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *