Hukum

Kuspriyanto S.H : Kasus kliennya merupakan kriminalisasi pasal 279 KUHP

Admin
×

Kuspriyanto S.H : Kasus kliennya merupakan kriminalisasi pasal 279 KUHP

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Tangerang – Tim Kuasa Hukum dari Yatni, Kuspriyanto S.H., CLA. & Asep Bambang Fauzi S.H., ditemani keluarga mengikuti Sidang Putusan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang pada hari kamis (2/5/24), yang akhirnya ditunda 2 minggu kedepan.

Kuspriyanto S.H., C.L.A., kepada awak media menyampaikan bahwa sidang yang berlangsung hari ini dijadwalkan oleh majelis hakim dengan agenda sidang putusan. Yatni Husen binti Husein didakwa Pasal 279 ayat (1) KUHP dan Pasal 263 ayat (2) KUHP namun setelah sidang pembuktian dan saksi, Jaksa hanya dapat menuntut Pasal 279 KUHP ayat (1) tentang Poligami, namun demikian jika kita mau jujur dan melihat secara luas fakta persidangan Pasal 279 KUHP pun sebenarnya tidak bisa dikenakan karena Legal standing semua yang terlibat perkara sudah hapus karena perceraian, namun kalau itu dipaksakan akan hilang rasa keadilan yang diterima klien kami, walaupun akhirnya sidang di tunda hari ini.

” Ya, untuk sidang hari ini Kuasa Hukum dari Yatni telah menduga bahwa sidang hari ini akan ditunda atau belum dapat dilanjutkan karena sudah cacat secara Hukum dan ini Kriminalisasi Pasal 279 KUHP,” ucap Kuspriyanto.

Ia menjelaskan bahwa ada alat bukti yang bisa menjadi patokan kasus ini seharusnya tidak diteruskan karena nikah siri terjadi di 2010, sedangkan pada laporan polisinya kita dituduhkan pernikahan terjadi di tahun 2012 dan terdapat alat bukti buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA karang Tengah padahal buku nikah yang keluarkan oleh KUA karang tengah, asli tapi palsu atau aspal. Penerbitannya itu ada terjadi perbuatan melawan hukum kalau nikah siri nggak mungkin keluar buku nikah jika tidak mengikuti sidang isbat di Pengadilan Agama, karena undang-undang nomor 1 tahun 1974 dan KHI sudah mengaturnya.

Lanjut Kuspriyanto, perlu diketahui juga bahwa di tahun 2019 sudah terjadi perceraian antara Pack Lie/Barlie halim dengan bu Yatni klien saya, artinya secara tidak langsung sudah tidak ada hubungan atau sudah putus. Inilah kekecewaan kita seolah-olah tetap dipaksakan terjadi perbuatan itu.

Kami dari tim kuasa hukum berharap kepada majelis hakim punya pendirian kokoh dengan mengedepankan fakta persidangan berdasarkan keterangan semua saksi, oleh karenanya kami anggap perbuatan yang dituduhkan kepada kliennya tidak memenuhi unsur.

Ditempat yang sama Yatni menyampaikan bahwa bahwa kasus atau yang dituduhkan kepadanya tidak berdasar karena perceraian saja sudah terjadi di 2019 dan tuduhan yang lainnya tentang dokumen itu sama sekali tidak benar, kenapa harus saya yang jadi tersangka padahal dalam pemalsuan surat dokumen itu saya tidak terbukti melakukan hal itu Saya menginginkan keadilan terhadap diri saya sendiri.

Saya berharap dalam kasus saya ini agar segera selesai dan saya benar-benar bebas dari tuduhan yang disangkakan, anak-anak saya masih kecil yang sangat membutuhkan saya, tutup Yatni

 

Pewarta: Yape Mp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *