KALAMitrapol

Memahami Haji Mabrur, Haji Makbul, dan Haji Mardud: Arti dan Perbedaannya

Madalin
×

Memahami Haji Mabrur, Haji Makbul, dan Haji Mardud: Arti dan Perbedaannya

Sebarkan artikel ini
Memahami Haji Mabrur, Haji Makbul, dan Haji Mardud: Arti dan Perbedaannya

KALAMitrapol – Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Namun, setelah melaksanakan ibadah haji, seringkali kita mendengar istilah haji mabrur, haji makbul, dan haji mardud.

Apa sebenarnya arti dari ketiga istilah ini dan apa perbedaannya?

Haji Mabrur: Haji yang Diterima dan Diberkahi

Haji mabrur adalah istilah yang sangat diidamkan oleh setiap jamaah haji. Haji mabrur merujuk kepada haji yang diterima oleh Allah SWT dan membawa berkah bagi yang melaksanakannya. Ciri-ciri dari haji mabrur antara lain:

  1. Perubahan Sikap dan Perilaku: Seorang haji mabrur akan menunjukkan perubahan positif dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Mereka akan menjadi lebih taat beribadah, lebih jujur, dan lebih peduli terhadap sesama.
  2. Kesempurnaan Ibadah: Seluruh rangkaian ibadah haji dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW tanpa melanggar aturan atau melaksanakan hal-hal yang dilarang selama ibadah.
  3. Dampak Positif Sosial: Haji mabrur juga ditandai dengan peningkatan dalam amal kebaikan dan kontribusi sosial setelah kembali dari tanah suci.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Haji Makbul: Haji yang Doanya Dikabulkan

Haji makbul berarti haji yang doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Setiap jamaah haji pasti berdoa dan memohon berbagai kebaikan selama menjalankan ibadah di tanah suci. Haji makbul menandakan bahwa doa-doa tersebut didengar dan dikabulkan oleh Allah.

Meskipun haji makbul adalah bagian dari haji mabrur, fokusnya lebih pada penerimaan doa-doa yang dipanjatkan selama ibadah haji. Tanda-tanda haji makbul antara lain:

  1. Doa-doa Terjawab: Permohonan yang disampaikan kepada Allah SWT selama ibadah haji dikabulkan.
  2. Ketenangan Hati: Merasakan kedamaian dan ketenangan hati karena merasa dekat dengan Allah SWT.

Haji Mardud: Haji yang Tertolak

Haji mardud adalah istilah untuk haji yang tertolak, yaitu ibadah haji yang tidak diterima oleh Allah SWT. Haji mardud terjadi jika ibadah haji dilakukan tidak sesuai dengan syariat atau diiringi dengan niat yang tidak ikhlas. Beberapa penyebab haji mardud antara lain:

  1. Niat yang Salah: Melaksanakan haji dengan niat yang tidak tulus, seperti untuk pamer atau mencari pengakuan dari orang lain.
  2. Melanggar Ketentuan Haji: Melakukan hal-hal yang dilarang selama haji, seperti melakukan tindakan yang merusak atau merugikan orang lain.
  3. Perilaku Buruk: Tidak ada perubahan positif dalam perilaku dan sikap setelah melaksanakan haji.

Pentingnya Memahami Ketiga Istilah

Memahami perbedaan antara haji mabrur, haji makbul, dan haji mardud sangat penting bagi setiap calon jamaah haji. Tujuan utama melaksanakan haji adalah untuk mendapatkan ridha Allah SWT dan mencapai tingkat keimanan yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, setiap calon jamaah haji harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna dan ikhlas.

Dengan mengetahui arti dan perbedaan antara haji mabrur, haji makbul, dan haji mardud, kita diingatkan untuk selalu menjaga niat yang tulus, mengikuti segala ketentuan syariat, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setelah melaksanakan ibadah haji.

haji mabrur, haji makbul, haji mardud, tanah suci, mekkah, Semoga setiap jamaah haji yang berangkat ke tanah suci dapat meraih predikat haji mabrur dan mendapatkan keberkahan serta rahmat dari Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *