Scroll untuk baca artikel
Nusantara

FRONTAL Jatim Dorong Potongan Komisi Aplikator Driver Online Maksimal 10 Per-sen

Admin
×

FRONTAL Jatim Dorong Potongan Komisi Aplikator Driver Online Maksimal 10 Per-sen

Sebarkan artikel ini
FRONTAL Jatim Dorong Potongan Komisi Aplikator Driver Online Maksimal 10 Per-sen

MITRAPOL.com, | SURABAYA – Presidium Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur, Tito Ahmad, mendorong pemerintah dan perusahaan aplikator menata ekosistem transportasi online agar lebih berkeadilan, terutama terkait kesejahteraan pengemudi.

Tito menilai besaran potongan komisi aplikator menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Menurut dia, pengemudi menghadapi berbagai beban operasional sehingga besaran potongan komisi perlu disesuaikan agar pendapatan yang diterima mitra tetap proporsional.

FRONTAL Jawa Timur mengusulkan agar potongan komisi aplikator dibatasi maksimal 10 persen. Usulan tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan pengemudi dan biaya operasional yang harus mereka tanggung.

“Kami berharap pemerintah dan perusahaan aplikator dapat memperhatikan kondisi para pengemudi. Penataan transportasi online perlu dilakukan secara adil agar keberadaan driver sebagai mitra dapat terlindungi dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Tito dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Selain persoalan komisi, Tito juga mendorong komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan komunitas pengemudi. Menurutnya, berbagai persoalan transportasi online perlu diselesaikan melalui dialog dan penyampaian aspirasi secara konstruktif dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Tito mengajak pengemudi dan komunitas transportasi online di Jawa Timur menjaga situasi tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi. FRONTAL Jawa Timur, kata dia, berkomitmen mendorong penyampaian aspirasi secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.

“Kami ingin persoalan yang dihadapi driver dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Pemerintah, aplikator, dan pengemudi harus bersama-sama membangun ekosistem transportasi online yang sehat, transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tutup Tito.