MITRAPOL.com, Pandeglang – Warga Kampung Sukajadi Barat, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak dan berbatu.
Kondisi tersebut disebut menghambat aktivitas warga, termasuk akses menuju sekolah bagi anak yang menggunakan kursi roda.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi pada Sabtu (19/9/2026), sebagian akses jalan di kampung tersebut masih berupa pemadatan batu dan memiliki permukaan yang terjal.
Kondisi jalan dinilai semakin menyulitkan warga ketika hujan turun.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan karena kondisi jalan tersebut turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami hanya berpikir, apakah pemerintah sudah tidak peduli terhadap kemajuan dan kemakmuran kampung kami? Ekonomi kami juga terkendala karena kondisi jalan yang rusak,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Keluhan serupa disampaikan Erna Riani, warga setempat yang setiap hari mendampingi anaknya, Erfan, berangkat ke sekolah menggunakan kursi roda.
Menurut Erna, kondisi jalan berbatu menjadi tantangan tersendiri karena ia harus mendorong kursi roda anaknya melewati akses yang tidak rata.
“Sudah hampir setahun kami, saya dan Erfan, melewati jalan ini menuju sekolah. Kondisinya menjadi tantangan tersendiri karena Erfan menggunakan kursi roda,” ujar Erna.
Ia mengatakan, kondisi jalan tersebut juga pernah membuat anaknya nyaris terguling dari kursi roda saat hendak berangkat sekolah.
“Memang ini kewajiban kami sebagai orang tua. Namun, kami juga ingin seperti warga lainnya yang memiliki akses jalan yang layak. Erfan pernah nyaris terguling dari kursi rodanya ketika hendak berangkat ke sekolah,” tuturnya.
Meski demikian, Erna mengaku tetap berupaya mendampingi anaknya karena keinginan Erfan untuk mendapatkan pendidikan.
“Mau bagaimana lagi, Pak. Kami hanya melihat keinginan Erfan untuk bersekolah. Itu yang membuat kami harus selalu berjuang melewati jalan rusak,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat segera memperbaiki akses jalan tersebut sehingga mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak terus terkendala.
Kondisi jalan di Kampung Sukajadi Barat juga mendapat perhatian dari aktivis di Pandeglang, Doris, yang merupakan Ketua Lembaga Swadaya Pleton.
Doris mengatakan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah, terutama karena akses jalan turut berkaitan dengan aktivitas pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
“Kami juga mengetahui dari beberapa waktu lalu tentang perjuangan anak murid dan orang tuanya yang harus melewati jalan berbatu ketika ingin bersekolah,” ujar Doris, yang akrab disapa Ustad Doris.
Ia mempertanyakan kondisi jalan yang menurut informasi warga belum tersentuh pembangunan selama puluhan tahun.
“Menurut saya, kondisi ini perlu mendapat perhatian. Informasinya, sudah empat kali pergantian kepala desa, tetapi jalan tersebut belum tersentuh pembangunan. Jika pemerintah, baik kecamatan, kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Banten, tidak merespons keluhan masyarakat, tentu warga membutuhkan penjelasan mengenai kondisi tersebut,” katanya.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang belum memberikan penjelasan secara detail terkait kondisi jalan di Kampung Sukajadi Barat hingga berita ini diterbitkan.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang, DPUPR Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kecamatan Cibaliung, maupun Pemerintah Desa Sukajadi terkait status jalan, kewenangan penanganan, serta rencana perbaikannya.












