MITRAPOL.com, Lhoksukon — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon memanfaatkan lahan yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan gedung baru untuk kegiatan pertanian produktif.
Tanaman jagung yang dibudidayakan di lahan tersebut kini memasuki masa panen.
Panen jagung berlangsung di Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (29/8/2026).
Jajaran Lapas Kelas IIB Lhoksukon turut melakukan panen sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus pemanfaatan lahan yang belum digunakan.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon Muhidfuddin mengatakan pemanfaatan lahan tersebut dilakukan selama lokasi belum digunakan untuk pembangunan gedung baru.
“Pembinaan ini merupakan salah satu agenda Lapas Kelas IIB Lhoksukon. Melalui kegiatan ini, kita ingin memanfaatkan lahan yang ada agar menjadi produktif sekaligus memberikan nilai tambah,” ujar Muhidfuddin.
Menurutnya, kegiatan budidaya jagung tidak hanya berorientasi pada hasil panen. Aktivitas pertanian juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan produktif.
Proses pembinaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga pemanenan.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke masyarakat.
“Panen ini menjadi bukti bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat,” katanya.
Selain mendukung pembinaan kemandirian, pemanfaatan lahan tersebut turut menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan pertanian dan ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Muhidfuddin menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan yang memberikan keterampilan praktis dan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Kita berharap ke depan kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus berjalan dan dikembangkan. Intinya, lahan yang ada kita manfaatkan sebaik mungkin untuk kegiatan yang positif dan produktif,” pungkasnya.
Panen jagung tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan berbasis keterampilan di Lapas Kelas IIB Lhoksukon.
Program serupa diharapkan dapat membantu mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan produktif sebagai modal untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.












