Scroll untuk baca artikel
Ragam

Bantu Warga Pascabencana, PMI Jakarta Utara Bangun 5 Sumur Bor di Tapanuli Tengah

Admin
×

Bantu Warga Pascabencana, PMI Jakarta Utara Bangun 5 Sumur Bor di Tapanuli Tengah

Sebarkan artikel ini
Bantu Warga Pascabencana, PMI Jakarta Utara Bangun 5 Sumur Bor di Tapanuli Tengah
Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara bersama PMI Kabupaten Tapanuli Tengah meresmikan lima sumur bor di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (28/8/2026).

MITRAPOL.com, Tapanuli Tengah — Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara bersama PMI Kabupaten Tapanuli Tengah meresmikan lima sumur bor di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (28/8/2026).

Fasilitas air bersih tersebut dibangun untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar setelah sejumlah wilayah Tapanuli Tengah terdampak banjir dan longsor.

Program pembangunan lima sumur bor merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan PMI Jakarta Utara bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan Telkom Indonesia.

Ketua PMI Jakarta Utara Rijal mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan berdasarkan hasil asesmen terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Asesmen tersebut menunjukkan bahwa akses air bersih masih menjadi salah satu kebutuhan penting warga.

“Kami bekerja sama dengan ILUNI UI dan Telkom dalam program pemulihan pascabencana yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini dapat berjalan karena sebelumnya kami dari PMI melakukan asesmen dan melihat kondisi di Tapanuli Tengah cukup berat serta membutuhkan penanganan,” ujar Rijal.

Menurutnya, hasil asesmen menjadi dasar PMI Jakarta Utara dalam menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Lima sumur bor kemudian dibangun di lokasi yang dinilai membutuhkan dukungan akses air bersih. Rijal berharap fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

“Memang bantuan yang kami berikan belum tentu dapat menjawab seluruh kebutuhan akibat musibah yang terjadi. Namun, apa yang bisa kami berikan, insyaallah, akan kami berikan,” katanya.

Rijal mengatakan pembangunan sumur bor di Tapanuli Tengah menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan PMI Jakarta Utara di sejumlah daerah terdampak bencana.

Sebelumnya, PMI Jakarta Utara juga melakukan kegiatan kemanusiaan di Gayo Lues dan Aceh Tengah, termasuk mendukung pembangunan sumur bor.

PMI Jakarta Utara juga mengirimkan personel untuk membantu penanganan bencana di wilayah lain yang membutuhkan dukungan.

Menurut Rijal, keterlibatan dalam misi kemanusiaan di luar Jakarta Utara tetap dilakukan dengan mempertahankan kesiapsiagaan organisasi di wilayah sendiri.

Ia menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana.

“Kerja kemanusiaan membutuhkan semangat gotong royong. Ketika suatu daerah mengalami bencana dan membutuhkan dukungan, kita harus bisa saling membantu,” ujarnya.

Ketua PMI Kabupaten Tapanuli Tengah H. Mahmud Efendi mengapresiasi dukungan PMI Jakarta Utara bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Menurut Efendi, bencana yang terjadi pada 2025 menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas masyarakat, termasuk sarana penyediaan air bersih.

“Terima kasih kepada PMI Jakarta Utara yang ikut berkontribusi di Kabupaten Tapanuli Tengah dalam rangka meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana banjir dan longsor,” kata Efendi.

Ia mengatakan kerusakan fasilitas air bersih membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pemulihan dapat berjalan.

“Banyak fasilitas air kita yang rusak sehingga membutuhkan intervensi dari seluruh pihak. Ternyata PMI Jakarta Utara hadir di Tapanuli Tengah dan kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Warga Desa Kebun Pisang, Istria, mengatakan keberadaan sumur bor sangat membantu masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Menurutnya, lokasi pembangunan sumur bor telah disepakati bersama warga karena fasilitas tersebut memang dibutuhkan masyarakat.

“Saya sebelumnya memberitahu kepada ibu-ibu di sini bagaimana kalau kita buat sumur bor. Warga setuju dan akhirnya lokasi ditentukan di sini. Masyarakat sangat membutuhkan air bersih ini,” ungkap Istria.

Ia mengapresiasi bantuan tersebut karena warga kini dapat memperoleh air bersih tanpa harus menempuh jarak jauh.

“Saya sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Utara. Masyarakat Desa Kebun Pisang sangat terbantu dan tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.

Pembangunan lima sumur bor tersebut menjadi bagian dari dukungan PMI Jakarta Utara terhadap pemulihan kebutuhan dasar masyarakat Tapanuli Tengah pascabencana.

Kolaborasi dengan PMI Tapanuli Tengah, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat proses pemulihan sekaligus solidaritas kemanusiaan antardaerah.