Scroll untuk baca artikel
Info Polri

Kapolres Nabire Jelaskan Alasan Warga Diamankan, Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Admin
×

Kapolres Nabire Jelaskan Alasan Warga Diamankan, Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
Kapolres Nabire Jelaskan Alasan Warga Diamankan
Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR

MITRAPOL.com, Nabire – Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K.,CPHR, menjelaskan alasan pihak kepolisian mengamankan seorang warga di Polres Nabire setelah muncul persoalan terkait aktivitas di media sosial dan situasi keamanan selama rangkaian persidangan.

Penjelasan tersebut disampaikan Samuel di hadapan keluarga korban, pengurus Ikatan Keluarga Toraja Indonesia (IKATI), serta masyarakat yang hadir setelah rangkaian persidangan. Jumat (4/9/2026)

Kapolres mengapresiasi seluruh pihak yang turut menjaga keamanan dan ketertiban sejak sidang pertama hingga persidangan terakhir.

“Puji Tuhan, alhamdulillah, dari sidang pertama sampai saat ini, meskipun ada sedikit-sedikit insiden, kita bisa menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” kata Samuel.

Ia mengingatkan agar perbedaan pendapat maupun dinamika selama proses pengamanan tidak berkembang menjadi konflik antara masyarakat dan kepolisian.

Menurut Samuel, kepolisian tetap menjalankan tugas pengamanan sekaligus mengajak seluruh pihak menjaga situasi Nabire tetap kondu-sif.

Terkait seorang warga yang diamankan, Samuel mengatakan tindakan tersebut dilakukan karena kepolisian menemukan dugaan aktivitas di media sosial yang dinilai memiliki konsekuensi hukum.

Ia menyebut beberapa hal yang menjadi perhatian penyidik, di antaranya dugaan ajakan menggerakkan massa, penggunaan bahasa yang dinilai tidak tepat, serta pernyataan yang berkaitan dengan ancaman pembakaran.

“Bijaklah kita dalam bermedsos. Ada beberapa poin yang memenuhi unsur di dalamnya terkait menggerakkan massa dan juga ada bahasa-bahasa yang tidak pas, termasuk ada salah satu masyarakat yang memang berbicara mengenai kesusilaan, asusilaan, dan juga menggerakkan massa dan mengancam bakar. Itulah ada konsekuensi hukum yang mengikat,” jelasnya.

Meski demikian, Samuel mengatakan pihaknya masih membuka ruang komunikasi dengan pihak yang bersangkutan apabila menunjukkan sikap kooperatif dan berkomitmen tidak mengulangi perbuatannya.

“Saya Kapolres tidak menutup kemungkinan untuk duduk berbicara,” ujarnya.

Samuel juga meminta pengurus IKATI berkoordinasi dengan kepolisian terkait persoalan tersebut.

Menurutnya, komunikasi diperlukan agar setiap pihak memahami batasan serta konsekuensi hukum dari suatu tindakan.

Kapolres Nabire mengimbau keluarga dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi persidangan tidak melakukan tindakan lanjutan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Yang penting pulang. Kita tenangkan diri. Saya tahu yang tadi sudah disampaikan, mungkin masih ada rasa ketidakpuasan atau bagaimana, mari kita pulang, kita berdoa dulu, kita tenangkan diri, jangan berbuat hal-hal lain lagi,” katanya.

Samuel menegaskan dirinya siap menerima perwakilan pengurus IKATI untuk membicarakan persoalan warga yang diamankan tersebut.

“Kalau memang yang bersangkutan mau keluar, berarti dari pengurus IKATI bertemu dengan saya. Kita harus sepakat dulu. Kalau tidak bisa, saya lanjutkan proses,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Samuel juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat apabila selama pelaksanaan pengamanan sejak sidang pertama hingga sidang ketujuh ter-dapat hal-hal yang kurang berkenan.

“Atas nama pimpinan, saya Kapolres Nabire dan seluruh perwira serta anggota jajaran Polres Nabire, kami mohon maaf,” pungkasnya.