MITRAPOL.com, Pandeglang – Ramenya pemberitaan terkait kabel jaringan Wiffi yang diduga sembarang di tiang PLN, Presidium wilayah Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (PW JPMI Pandeglang) angkat bicara menyikapi dan layangkan surat audensi dengan pihak ULP PLN Labuan Pandeglang- Banten.
Ternyata hari yang diinginkan oleh Presidium wilayah jaringan pemuda mahasiswa Indonesia (PW JPMI) Pandeglang, melayangkan surat audensi yang bertujuan untuk berdialog mencari solusi terkait kabel jaringan wifi yang menempel ditiang PLN belum mendapatkan hasil yang diinginkan.
Informasi yang dapat dihimpun untuk surat audensi yang telah di terima oleh pihak ULP PLN Labuan hari, Jumat tanggal 15 September 2023, dimana dalam surat tersebut waktu yang tercantum hari, Rabu (20/09/2023), pihak dari ULP PLN Labuan tidak ada yang menghadiri untuk audensi.
Untuk menggali informasi terkait gagalnya audensi tersebut MITRAPOL.com mencoba hadir dikantor ULP PLN Labuan meminta keterangan terkait gagalnya audensi tersebut.
“Jadi sebenarnya jelas sudah salah dari tanggal pak, selasa itu tanggal 19 bukan tanggal 20 seperti mereka katakan, jelas pada hari selesa itu pada ada kegiatan lain, dan kita sampaikan untuk hadir hari ini dari jam 8 pagi kita menunggu sampai saat ini jam 10 mereka tidak datang,” ucap Agus yang dihadapkan kepada awak media dan bukan menegernya. Rabu, (20/9/23).
Untuk audensi mereka belum kita ketahui seperti apa, bapak ini dari pihak mana, tanya agus, jawaban lucu untuk bagi jurnalis.
Sebenarnya pengaduan mereka sudah kita tindaklanjuti, itu kabel dari mana provider mana, yang jelas untuk PLN juga ada jalur kabel internetnya yaitu anak PT yaitu provider icon plus.
Kami juga mau bertanya ini kabel provider mana, kami sudah melakukan perapihan, dan adapun provider dari yang lain itu sudah berjalan dan sudah koordinasi dengan provider icon plus anak PT PLN.
Fikri Hidayatullah Presedium Wilayah Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia menyampaikan merasa kecewa ketika belum bisa melakukan audiensi sesuai dengan surat yang sudah di layangkan pada hari, Jumat (15/09/2023).
Sebelum kami lakukan audiensi kami menunggu konfirmasi dari ULP PLN sampai dengan waktu yang di jadwal kan belum ada balasan maka kami tetap melanjutkan audiensi ini.
“Lanjut fikri. Amat di sayangkan tidak yang bisa hadir dari pihak ULP PLN Labuan pada audiensi ini, yang lebih parahnya menurut karyawan ULP PLN yang ada di kantor pada saat kami ingin melanjutkan audensi, tidak di ijinkan untuk audiensi alasanya para pimpinan dan pihak-pihak dari PLN Labuan Sedang di lapangan semuanya yaitu di Kecamatan Cibaliung,” ungkap Yunan salah satu Vendor ULP PLN Labuan.
“Bahwasanya dalih yang di berikan ULP PLN bahwa hari dan tanggal audiensi tidak sama, maka dalihnya meminta di jadwalkan lagi, kan jika kita liat dari alasannya ini lucu,” ungkap Fikri hidayat.
Kekecewaan yang sama diucapkan Agil yang hadir untuk audensi. “Bahwasanya kami sudah merasa kecewa dengan sikap tidak koperatifnya pihak ULP PLN Labuan, serta kami menduga bahwasanya ULP PLN hanya. Terkesan melakukan pembiaran terhadap Pengusaha Jaringan Wiffi yang kabelnya menempel di tiang-tiang listrik, milik PLN bisa saja ini diduga adanya Gratifikasi dan Korupsi yang di lakukan oleh oknum ULP PLN Labuan dengan pengusaha jaringan Wiffi baik Awinet, Sibernet, Wimate, serta jaringan wiffi lainya.
“Dengan ini kami menyatakan sikap bahwasanya pihak ULP PLN Labuan, lalai dalam pengawasan serta penertiban kabel wiffi yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka dengan ini kami Presidium Wilayah Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (PW.JPMI) Pandeglang- Banten akan mendorong ketegasan terhadap pihak Diskomsantik, sampai Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN Republik Indonesia dan Aprat Penegakan Hukum (APH) dalam menegakkan Hukum, dan menggelar Aksi Demonstrasi di ULP PLN Labuan samapai dengan pemerintah pusat,” pungkas Agil selaku Korlap audensi (PW. JPMI).
Pewarta : R. S.











