Nusantara

Deri Aldina Kepala Sekolah SMA 15 N. Pandeglang akan majukan dunia Pendidikan dengan 3 B

Admin
×

Deri Aldina Kepala Sekolah SMA 15 N. Pandeglang akan majukan dunia Pendidikan dengan 3 B

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Pandeglang – Kepala sekolah SMA Negeri 15 Pandeglang Ajak Masyarakat Bergerak Bersama memajukan dunia pendidikan demi masa depan anak bangsa.

Kini semakin mendekatkan pendidikan pada cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan anggota masyarakat,” terang Deri Aldina, SE.M.Pd selaku kepala sekolah saat disambangi diruangan kelasnya.

Untuk saat ini lanjut kepsek, anak-anak Indonesia bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri. Selain itu, kami kepala sekolah mudah melakukan pemantauan pelaksanaan pendidikan.

Saya ingin memajukan sekolah SMA N. 15 Pandeglang ini dengan prinsip 3 B yaitu Bergerak , Bersama, Berhasil. Dari ketiga ini motivasi yaitu paling awalnya untuk disiplin baik dari siswa, dan guru – guru di SMA Negeri 15 Pandeglang ini.

Jadi orang tua dan para guru harus bekerjasama untuk bersama – sama memajukan sekolah ini, kami tidak bisa hanya guru saja tetap harus ikut serta kerjasama dengan para orang tua murid, lanjutnya.

“Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan,” ujar Kepsek.

Bahwa kurikulum Merdeka untuk sekarang ini menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakteristik dan kompetensi. “Bahkan, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar,” lanjutnya

“Adik-adik mahasiswa yang dulu hanya belajar teori di dalam kelas, sekarang bisa melanglang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadirnya program-program Kampus Merdeka,” ungkapnya. Kamis, 19/10/23.

Kami para guru SMA Negeri 15 Pandeglang ini mengajak para orang tua murid untuk selalu bekerjasama dimana pendidikan dan industri berbasis digital tak lagi bisa dipisahkan. Hubungan keduanya sangat erat. Bak air dan ikan. Tantangan dunia pendidikan masa kini adalah menyelaraskan apa yang ada di ruang kelas, di laboratorium sekolah dan kampus, praktikum, serta kurikulum pendidikan dengan gelombang industri.

Pendidikan yang relevan dengan zaman, napasnya harus tersusun seiring dan mengiringi perubahan serta industri digital. Seperti rel kereta api harus selaras dan simetris.

”Stasiun” dari lulusan adalah skill yang mumpuni sesuai bidangnya, karakter yang kuat, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang cepat berubah-ubah, tidak menentu, sangat kompleks, dan ambigu yang disebut VUCA (volatility, uncertainty, complexity and ambiguity),” imbuh Deri

 

Pewarta : Royen Siregar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *