MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Kejadian yang dialami ibu Diyoh yang kena damprat oknum pendamping PKH di desa Dahu, kecamatan Cikedal, kabupaten Pandeglang – Banten yang sudah viral ini menjadi sorotan dengan adanya bahasa akan “dikono-konoken” (kasih tau.red).
Munculnya bahasa Kono-konoken ini disampaikan Diyoh saat disambangi awak media pasca kedatangan Iip selaku Pendamping PKH di Desa Dahu ke rumah Diyoh untuk meminta maaf.
“Jadi bapak Iip datang kerumah pak, yah untuk minta maaf, tapi menurut saya minta maafnya tidak iklas, soalnya tetap dia tidak merasa bersalah dan malah membahas kemana-mana, bapak Iip ini merasa sudah membantu masyarakat, dan mengatakan akan dikono-konoken (Kasih tau.red) ke Pemerintah bahwa nama yang sudah meninggal saja masih diusahakan mendapatkan bantuan untuk diberikan kepada ahli warisnya, Iip mengatakan dirinya kurang bagaimana berjuang untuk membantu masyarakat,” beber Diyoh. Sabtu, (17/2/24).
“Jadi pertemuan malam itu, menurut saya, pak Iip itu berbicara kesana-sini, saya hanya diam saja pak. Kalo berbicara maaf yah sebagai manusia biasa dan kita agama Islam harus memaafkan pak, tapi jika mengingat kejadian yang saya alami di Kantor Desa, saya merasa sakit hati dan sedih pak,” lanjut Diyoh.
Sementara itu, saudara Diyoh, Ahmad yang juga merupakan anggota LSM Gempita ini menambahkan bahwa perlu ditelusuri apa maksud dari kono-konokan seperti yang diutarakan oleh pendamping tersebut.
“Jika memang bapak Iip ini mau kasih tau ke pemerintah bahwa ada warga yang sudah meninggal masih mendapatkan bantuan, yah bagus dan memang sudah tugas beliau untuk mengajukan data untuk divalidasi,” papar Ahmad.
“Justru jika memang ada yang sudah meninggal dunia tapi masih mendapatkan bantuan ini menimbulkan banyak kecurigaan, berarti bapak Iip sendiri tidak bekerja dengan baik. Terus untuk P2K2 bagaiamana itu, siapa yang akan hadir. Saudara saya dimarahin karena jarang untuk kumpulan yakni untuk P2K2,” tambahnya.
“Saya sendiri sudah menggali informasi, benar atau tidaknya, bahwa ada 2 nama yang sudah meninggal tapi masih mendapatkan bantuan, kita tinggal cek datanya saja,” lanjut Ahmad
Sementara itu, Iip selaku pendamping PKH, saat awak media mencoba menggali informasi terkait apa maksud dari kono-kono dan masih ada orang yang sudah meninggal masih mendapatkan bantuan yang diambil ahli warisnya serta untuk mempertanyakan terkait P2K2 untuk yang sudah meninggal, sampai pemberitaan ini dipublis belum memberikan keterangannya.
Pewarta : RS











