MITRAPOL.com, Sukabumi Jabar – Di tengah pesatnya pembangunan perkotaan, potensi desa tak boleh diabaikan. Salah satunya adalah Desa Gunungtanjung, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang mulai menunjukkan geliatnya sebagai wilayah strategis dengan potensi pertanian, sumber daya manusia (SDM), serta lahan produktif yang belum tergarap maksimal.
Dengan luas wilayah mencapai 504 hektare dan terdiri dari lima dusun, Desa Gunungtanjung memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Desa ini berbatasan langsung dengan empat desa lainnya dan memiliki jumlah penduduk mencapai 3.570 jiwa, dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani.
“Mayoritas warga kami adalah petani, dan saat ini kami terus mendorong agar lahan-lahan yang ada bisa dikelola lebih produktif untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sahrudin, Kepala Desa Gunungtanjung saat diwawancarai wartawan Mitrapol, Kamis (19/6/2025).
Potensi utama desa ini terletak pada sektor pertaniannya. Terhampar sawah luas di Dusun 4 Kampung Tipar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pemilik lahan. Selain itu, terdapat pula lahan subur milik desa di Dusun III Kampung Jambejajar yang menghasilkan pisang darat dengan kualitas tinggi.
Sayangnya, hingga saat ini lahan tersebut belum dikelola secara optimal.
“Tanah kas desa kami sekitar dua hektare masih sangat berpotensi untuk dijadikan pusat produksi pangan lokal. Jika dimaksimalkan, ini bisa mendukung program ketahanan pangan nasional,” jelas Sahrudin.
Pemerintah Desa Gunungtanjung bahkan siap mendukung visi Asta Cita pemerintah pusat dengan menjadikan wilayahnya sebagai lumbung pangan lokal. Upaya ini juga sekaligus sebagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADesa).
Sahrudin menilai perlunya perhatian lebih dari pemerintah pusat maupun daerah terkait optimalisasi tanah kas desa, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Di hampir seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi, tanah kas desa masih belum jelas pemanfaatannya.
“Kami butuh dorongan dan dukungan program dari pemerintah, karena banyak tanah kas desa di Sukabumi yang belum dikelola dengan baik. Padahal, ini bisa jadi sumber penghasilan desa,” ungkapnya.
Selain sektor pertanian, Desa Gunungtanjung juga menyimpan potensi besar dari SDM-nya. Banyak warga yang memiliki keterampilan, namun belum mendapatkan ruang untuk berkembang. Kepala desa berharap akan ada pelatihan-pelatihan keterampilan berbasis desa agar produktivitas warga semakin meningkat.
“Kalau diberi pelatihan dan akses pasar, warga kami bisa menghasilkan produk unggulan. Ini tentu akan mendongkrak perekonomian desa,” katanya.
Dengan iklim tropis yang stabil, ketersediaan air, dan kondisi tanah yang subur, Gunungtanjung berpeluang menjadi lokasi investasi hijau. Selain pertanian, sektor peternakan juga menjadi sektor strategis yang bisa digarap dalam waktu dekat.
Pemerintah Desa berharap dengan hadirnya investor dan kemitraan dengan swasta, pengembangan potensi lokal akan berjalan lebih cepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara potensi lokal dan kebijakan pusat, Desa Gunungtanjung diproyeksikan mampu tumbuh menjadi desa mandiri dan berdaya saing. Langkah konkret seperti pengelolaan lahan, pelatihan warga, hingga pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
“Yang selalu menjadi harapan kami ke depan adalah Desa Gunungtanjung mampu mengelola sumber daya alam dengan maksimal, dan menjadi desa mandiri yang bisa memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah,” pungkas Sahrudin.
Pewarta : Rayrobbend (ADV)











