MITRAPOL.com, Aceh Tamiang — Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, S.E., yang akrab disapa Dek Fadh, menunjukkan komitmen serius dalam penanganan bencana hidrometeorologi dengan turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak. Minggu (21/12).
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah berkantor di Kabupaten Aceh Tamiang selama satu pekan guna memantau secara langsung proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana banjir.
Rangkaian kunjungan Wakil Gubernur Aceh diawali dari Bandara Lanud Iskandar Muda, Banda Aceh. Dari lokasi tersebut, Dek Fadh bersama General Manager PLN menyalurkan bantuan ke wilayah Pameue, Kabupaten Aceh Tengah.
Kawasan ini diketahui mengalami dampak serius akibat bencana, namun akses darat terputus di sejumlah titik akibat longsor sehingga penyaluran bantuan harus dilakukan melalui jalur udara.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Aceh turut membawa jembatan Bailey dengan dukungan penuh unsur TNI sebagai solusi darurat untuk memulihkan akses masyarakat yang terisolasi.
Kehadiran langsung pimpinan daerah di wilayah terdampak menjadi simbol kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sejalan dengan upaya percepatan pemulihan akses yang terus didorong oleh Pemerintah Pusat.
Namun, perjalanan tersebut sempat diwarnai insiden. Setibanya di lokasi, rombongan harus menyeberangi sungai menggunakan rakit darurat. Dalam proses penyeberangan, rakit yang ditumpangi Wakil Gubernur Aceh dan GM PLN sempat terbalik.
Berkat kesigapan, Wakil Gubernur Aceh membantu proses penyelamatan, dan seluruh rombongan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Usai kejadian tersebut, Dek Fadh bersama rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat bencana hidrometeorologi yang dipicu badai tropis Cyclone Senyar.
Di Aceh Tamiang, Wakil Gubernur Aceh secara simbolis menyerahkan bantuan bersama Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar.
Tidak hanya bersifat seremonial, Wakil Gubernur Aceh juga mengunjungi lokasi pengungsian di kompleks Islamic Center Aceh Tamiang.
Ia berinteraksi langsung dengan para pengungsi, makan bersama di tenda pengungsian, serta memilih bermalam di lokasi pengungsian sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat terdampak.
Dek Fadh memastikan bahwa dirinya akan berkantor di Aceh Tamiang selama satu pekan ke depan untuk memantau perkembangan penanganan bencana, distribusi bantuan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi secara optimal.
Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak signifikan akibat badai tropis Cyclone Senyar, mulai dari banjir, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran langsung pimpinan daerah di lokasi bencana diharapkan mampu mempercepat koordinasi lintas sektor dan memperkuat respons kemanusiaan Pemerintah Aceh.












