MITRAPOL.com, PANDEGLANG – Memasuki tahun 2026, Indonesia Contra Terror (ICT) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya strategis meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia Indonesia.
Ketua Umum ICT, Sapta, menyampaikan bahwa keberlanjutan MBG harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan, tata kelola yang profesional, serta sinergi lintas sektor agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Memasuki 2026, kami ingin menyampaikan sikap, komitmen, dan harapan terhadap keberlanjutan MBG. Pelayanan di lapangan membutuhkan konsistensi, ketelitian, dan sinergi agar kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta koordinasi dapat berjalan sesuai prosedur,” ujar Sapta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/1/2026).
Sebagai Asisten Lapangan (Aslap) Dapur Umi Kaisar Menes, Sapta menilai pelayanan MBG tidak hanya berkaitan dengan proses produksi dan distribusi makanan, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak.
Ia menekankan pentingnya membangun koordinasi strategis dengan pihak sekolah, unsur Muspika, hingga media sebagai bagian dari ekosistem informasi publik, guna menciptakan pelayanan yang transparan, akuntabel, serta mendapat dukungan objektif dari masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan. Evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan agar pelayanan ke depan semakin humanis, profesional, dan berorientasi pada hasil,” tambahnya.
Sapta menegaskan, ICT melihat MBG sebagai investasi jangka panjang dalam memperkuat kualitas SDM, ketahanan sosial, serta daya saing daerah. Oleh karena itu, ICT siap berperan sebagai jembatan koordinasi, ruang edukasi, dan mitra kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan.
Memasuki fase awal 2026, ICT akan memfokuskan langkah pada penguatan manajemen dapur, perbaikan alur distribusi, pembangunan sistem evaluasi berbasis data, serta pembukaan ruang dialog berkala dengan sekolah, dinas terkait, relawan, dan media.
“Dengan langkah ini, kami berharap MBG dapat menjadi contoh manajemen layanan sosial yang efektif, transparan, dan berkelanjutan,” tutupnya.












