MITRAPOL.com, Merauke – Penumpukan sampah yang terjadi di Pasar Wamanggu, Merauke, sejak menjelang Natal hingga awal Januari 2026 menuai keluhan pedagang dan petugas kebersihan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan aktivitas jual beli karena menimbulkan bau tidak sedap serta mencoreng wajah kota.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa selama ini Pasar Wamanggu dikenal relatif bersih, termasuk pada momen hari besar keagamaan. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, pengangkutan sampah tidak berjalan normal sehingga terjadi penumpukan di sejumlah titik pasar.
“Tidak pernah sampai menumpuk seperti ini, meskipun hari raya. Baru kali ini terjadi,” ujar salah seorang pedagang.
Petugas kebersihan pasar juga mengeluhkan keterbatasan armada dan perlengkapan, serta minimnya pengawasan. Menurut mereka, banyak sampah yang berasal dari luar area pasar dan dibuang pada malam hari.
“Sampah dari dalam pasar sendiri tidak sebanyak ini. Banyak yang dari luar. Harus ada pengawasan, kalau perlu dipasang CCTV dan penjagaan,” ungkap seorang petugas kebersihan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Merauke Yoseb Bladib Gebze melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Wamanggu pada Sabtu (4/1/2026).
Dalam sidak tersebut, Bupati memberikan arahan tegas kepada jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, serta pengelola pasar.
“Ini adalah wajah Kota Merauke. Kalau wajah kita seperti ini, orang bisa menilai macam-macam. Sampah bukan sekadar kotoran, tapi cerminan cara kita bekerja,” tegas Yoseb di hadapan jajaran dinas.
Ia juga menyoroti pola kerja aparatur yang dinilai terlalu administratif dan kurang menyentuh persoalan nyata di lapangan.
“Kalau mau jadi pegawai negeri yang hanya duduk di balik meja, sudah saatnya kita ubah pola kerja. Sering-seringlah turun langsung melihat kondisi masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan mendasar seperti sampah, drainase, dan fasilitas umum.
“Kalau DLH tidak mampu sendiri, sampaikan. Jika perlu armada tambahan, kita atur. Jangan tunggu menumpuk seperti ini baru bergerak,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Bupati Merauke terlihat berada di lokasi sejak pukul 15.00 hingga 21.15 WIT dan ikut membantu proses pembersihan. Sekitar 90 persen sampah berhasil diangkut menggunakan truk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokem.
Warga berharap penanganan sampah di Pasar Wamanggu tidak bersifat sementara, melainkan diikuti sistem pengelolaan yang lebih tertata dan pengawasan berkelanjutan agar aktivitas pasar kembali nyaman dan bebas dari bau tidak sedap.












