MITRAPOL.com, Lebak, Banten – Sejumlah korban banjir bandang Lebakgedong menggelar aksi penggalangan dana (open donasi) sekaligus mendirikan tenda di depan Kantor Bupati Lebak, Rabu (14/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yang dinilai belum merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana.
Hingga kini, para korban banjir bandang masih bertahan di hunian sementara (huntara) Cigobang dengan kondisi yang serba terbatas. Ketidakjelasan waktu pembangunan hunian tetap menjadi pemicu utama aksi tersebut.
Salah seorang warga Lebakgedong, Muhamad Zaenudin, mengatakan bahwa open donasi dilakukan sebagai upaya meringankan beban pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang dinilai belum mampu merealisasikan pembangunan huntap melalui anggaran APBD.
“Upaya ini kami lakukan untuk membantu meringankan beban pemerintah. Dengan langkah ini, kami berharap bisa menjadi salah satu jalan agar pembangunan hunian tetap bagi korban banjir bandang dapat segera terwujud,” ujar Zaenudin saat ditemui di lokasi aksi.
Ia mengungkapkan, dari hasil penggalangan donasi tersebut, warga telah menerima berbagai bantuan berupa material bangunan, seperti semen, pasir, ceker ayam, kayu, serta air minum dalam kemasan.
“Seluruh donasi material yang disumbangkan masyarakat Lebak ini nantinya akan kami gunakan untuk membangun hunian tetap di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong,” jelasnya.
Zaenudin menegaskan, aksi mendirikan tenda dan penggalangan donasi dilakukan karena warga merasa jenuh dan kecewa terhadap janji-janji pemerintah yang hingga kini dinilai belum terealisasi.
“Kami sudah terlalu lama tinggal di huntara dengan kondisi yang sangat terbatas. Janji hunian tetap belum juga ada kepastian. Aksi ini adalah jeritan kami agar didengar oleh pemerintah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, aksi tersebut akan terus dilakukan hingga pembangunan hunian tetap bagi korban banjir bandang benar-benar direalisasikan.
“Kami akan bertahan dan terus melakukan aksi ini sampai hunian tetap untuk warga korban banjir bandang dibangun,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak wartawan masih berupaya mengonfirmasi Pemkab Lebak terkait tuntutan warga dan progres pembangunan hunian tetap bagi korban banjir bandang Lebakgedong.












