Nasional

Respons Cepat Banjir Kudus–Pati, Kementerian PU Kerahkan 20 Alat Berat dan Siapkan Normalisasi Sungai Juwana

Admin
×

Respons Cepat Banjir Kudus–Pati, Kementerian PU Kerahkan 20 Alat Berat dan Siapkan Normalisasi Sungai Juwana

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Kerahkan 20 Alat Berat dan Siapkan Normalisasi Sungai Juwana
Penanganan bencana banjir di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Banjir yang terjadi sejak 10 Januari 2026 tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah setempat dan daerah sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan, sejak awal kejadian, Kementerian PU telah menurunkan tim untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan bencana di daerah.

“Dukungan juga diberikan melalui pengiriman alat berat, peralatan pendukung, serta bahan dan sarana kebencanaan ke lokasi terdampak,” ujar Menteri Dody.

Penanganan Terpadu dalam Satu Sistem Sungai

Penanganan banjir di Kudus dan Pati dilakukan secara terpadu melalui balai teknis Kementerian PU di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini mengingat kedua wilayah tersebut berada dalam satu sistem sungai, yakni Sungai Juwana, yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Sebagai bagian dari respons cepat, BBWS Pemali Juana telah mengerahkan 20 unit alat berat untuk menutup tanggul sungai yang jebol, membersihkan sampah yang menyumbat jembatan dan gorong-gorong, serta melakukan penggalian alur sungai guna memperlancar aliran air sejak awal kejadian banjir.

Akses Wilayah Terisolasi Mulai Terbuka

Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto menyampaikan bahwa akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang sebelumnya tertutup material longsor dalam jumlah besar, kini mulai pulih.

“Alhamdulillah, desa yang sebelumnya terisolasi kini mulai terbuka aksesnya,” kata Sudarto.

BBWS Pemali Juana juga berkolaborasi dengan BPBD setempat dalam pengalihan alur sungai menggunakan krib dan bronjong. Selanjutnya, akan dibangun jalan darurat di atas struktur tersebut agar dapat dilalui kendaraan roda empat.

Selain itu, penanganan dilakukan terhadap longsoran tanggul Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sebagai upaya pengamanan sungai dan perlindungan kawasan permukiman warga.

Genangan Berangsur Surut

Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Kudus pada 16 Januari 2026, disepakati bahwa sebagian besar wilayah terdampak banjir di Kudus telah berhasil ditangani dan kondisi genangan air berangsur surut.

Normalisasi Sungai Juwana Jadi Solusi Jangka Panjang

Untuk penanganan jangka panjang, BBWS Pemali Juana akan melanjutkan program normalisasi Sungai Juwana yang melintasi Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati. Pekerjaan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 2026 dengan skema anggaran tahun jamak.

“Pati dan Kudus bisa dikatakan satu paket karena berada dalam satu sistem sungai, yaitu Sungai Juwana. Normalisasi dan sudetannya diharapkan bisa dikerjakan bersamaan, seperti Sungai Wulan yang sudah terbukti berhasil mengurangi banjir di perbatasan Demak–Kudus,” jelas Sudarto.

Namun demikian, pelaksanaan normalisasi akan dilakukan secara bertahap mengingat besarnya kebutuhan anggaran serta masih adanya kendala pembebasan lahan di sepanjang alur sungai.

“Pekerjaan paling cepat bisa dilakukan setelah lahan selesai dibebaskan. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” pungkasnya.