Nusantara

Hujan Berkepanjangan, Harga Padi di Cirinten Lebak Anjlok, Petani Alami Kerugian

Admin
×

Hujan Berkepanjangan, Harga Padi di Cirinten Lebak Anjlok, Petani Alami Kerugian

Sebarkan artikel ini
Harga Padi di Cirinten Lebak Anjlok
Persawahan di Lebak Banten

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Curah hujan tinggi yang terjadi hampir setiap hari dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung terhadap sektor pertanian di Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten. Harga padi saat musim panen dilaporkan mengalami penurunan signifikan, sehingga membuat para petani mengeluhkan rendahnya nilai jual hasil panen mereka.

Kondisi tersebut terjadi pada Senin (19/1/2026). Hujan berkepanjangan menyebabkan sebagian besar lahan sawah tergenang air, sehingga padi harus dipanen dalam kondisi basah dan tidak dapat dijemur secara optimal.

Seorang pemilik lahan sawah di Cirinten yang ditemui awak media mengatakan, padi yang telah dipanen terpaksa dijual dengan harga lebih rendah akibat penurunan kualitas yang dipicu cuaca ekstrem.

“Padi yang sudah dipanen tidak bisa dijemur karena hujan terus mengguyur. Akibatnya padi tetap basah dan kualitasnya menurun. Tengkulak membeli dengan harga murah,” ujarnya.

Menurut petani tersebut, harga padi saat ini hanya dihargai sekitar Rp5.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal saat musim panen yang biasanya mencapai Rp7.000 per kilogram atau lebih.

“Selisihnya sangat terasa. Saat panen, harapan petani bisa mendapatkan harga yang layak, namun kenyataannya justru merosot di luar perkiraan,” tambahnya.

Kondisi ini menambah beban petani yang sebelumnya telah mengeluarkan biaya produksi cukup besar, mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman. Para petani berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah maupun pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga padi, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sulit dikendalikan.

Upaya perlindungan harga dan penanganan pascapanen dinilai penting agar petani tidak terus merugi dan tetap memiliki kepastian usaha di sektor pertanian.