Jakarta

Produksi CPO PalmCo Tembus 2,7 Juta Ton, Produktivitas Kebun Naik 4 Persen

Admin
×

Produksi CPO PalmCo Tembus 2,7 Juta Ton, Produktivitas Kebun Naik 4 Persen

Sebarkan artikel ini
Produksi CPO PalmCo Tembus 2,7 Juta Ton
PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo

MITRAPOL.com, Jakarta – Produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Sub Holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sepanjang 2025 menunjukkan tren penguatan. Hingga akhir tahun, PalmCo membukukan produksi CPO sebesar 2,7 juta ton atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi tersebut terutama ditopang oleh peningkatan produktivitas lahan. Sepanjang 2025, produktivitas kebun PalmCo tercatat mencapai 4,8 ton CPO per hektare, juga meningkat sekitar 4 persen secara tahunan. Capaian ini mencerminkan perbaikan kinerja kebun dan pabrik, sekaligus efektivitas pengelolaan operasional di seluruh wilayah kerja perusahaan.

Peningkatan produktivitas lahan menjadi faktor kunci di tengah arah kebijakan industri sawit nasional yang kini menitikberatkan pada intensifikasi dan efisiensi, bukan lagi perluasan areal. Pemerintah mendorong optimalisasi lahan eksisting seiring meningkatnya tuntutan keberlanjutan dan tata kelola lingkungan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa sektor-sektor strategis nasional, termasuk kelapa sawit, perlu memperkuat produktivitas agar tetap berdaya saing di pasar global. Sawit dipandang sebagai komoditas unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, serta posisi Indonesia sebagai produsen utama dunia.

Presiden juga menekankan bahwa peningkatan produksi ke depan harus bertumpu pada perbaikan produktivitas per hektare, pemanfaatan teknologi, serta penerapan tata kelola yang berkelanjutan agar industri sawit tetap kompetitif dan adaptif terhadap dinamika global.

Di tingkat korporasi, manajemen PalmCo menilai kinerja 2025 sebagai hasil dari konsistensi pembenahan fundamental operasional. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut capaian tersebut menjadi pijakan penting bagi perusahaan dalam menyiapkan strategi pengelolaan ke depan.

“Produksi dan produktivitas yang dicapai pada 2025 menunjukkan bahwa penguatan dasar-dasar pengelolaan kebun dan pabrik memberikan hasil nyata. Ini menjadi modal awal bagi PalmCo untuk melangkah ke fase berikutnya,” ujar Jatmiko.

Memasuki 2026, PalmCo menetapkan kerangka besar pengelolaan perusahaan dengan fokus pada Basic–Consistency–Improvement. Pendekatan ini diarahkan untuk memastikan seluruh lini operasional berjalan disiplin, seragam, dan berkelanjutan di seluruh regional.

Pada tahap Basic, perusahaan memastikan seluruh standar dasar budidaya, panen, dan pengolahan diterapkan secara menyeluruh. Consistency menekankan penerapan standar yang seragam, sementara Improvement difokuskan pada peningkatan berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi, dan penguatan sumber daya manusia.

Strategi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga pertumbuhan produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas CPO, sekaligus memperkuat daya saing PalmCo di tengah dinamika industri sawit global.

Selain aspek operasional, PalmCo juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, melalui program peremajaan tanaman, pengelolaan lingkungan, serta pemenuhan standar tata kelola yang semakin ketat.

Dengan produktivitas yang terus meningkat dan strategi pengelolaan yang terarah, PalmCo optimistis dapat terus memperkuat kontribusi industri sawit nasional. Di tengah tantangan global, peningkatan produktivitas per hektare dinilai menjadi kunci menjaga posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.