Nusantara

Baru Diperbaiki, Jalan Raya Cirinten–Bojongmanik Kembali Rusak, Keselamatan Warga Terancam

Admin
×

Baru Diperbaiki, Jalan Raya Cirinten–Bojongmanik Kembali Rusak, Keselamatan Warga Terancam

Sebarkan artikel ini
Jalan Raya Cirinten–Bojongmanik Kembali Rusak
Kondisi Jalan Raya Cirinten–Bojongmanik, di tanjakan Kampung Dungkuk, Desa Cirinten, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten.

MITRAPOL.com, Lebak Banten — Kondisi Jalan Raya Cirinten–Bojongmanik, tepatnya di tanjakan Kampung Dungkuk, Desa Cirinten, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, kembali mengalami kerusakan meski baru beberapa bulan lalu diperbaiki. Kerusakan tersebut memicu kekhawatiran warga karena jalan ini merupakan akses utama aktivitas masyarakat dan berada di jalur tanjakan yang rawan kecelakaan.

Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan kembali berlubang dan dipenuhi batu kerikil. Pada titik yang sama dengan kerusakan sebelumnya, badan jalan tampak menurun sehingga membahayakan pengendara, terutama sepeda motor dan kendaraan bermuatan.

Kondisi jalan semakin berisiko pada malam hari lantaran tidak dilengkapi penerangan jalan umum. Pengendara hanya mengandalkan sorot lampu kendaraan untuk melihat permukaan jalan.

Sejumlah warga mengaku harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas karena khawatir terperosok ke bagian jalan yang kembali rusak.

Warga menilai perbaikan yang dilakukan sebelumnya tidak bersifat permanen. Jalan tersebut, menurut mereka, sempat hanya ditambal menggunakan batu dan material seadanya. Seiring intensitas lalu lintas, tambalan tersebut kembali rusak dan meninggalkan lubang cukup lebar di badan jalan.

Toni, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang terus memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami khawatir jalan ini rusak parah lagi seperti dulu. Waktu itu perbaikannya tidak jelas. Entah karena anggarannya kecil atau bagaimana, kesannya dikerjakan asal-asalan,” ujar Toni, Rabu (28/1/2026).

Ia juga menyoroti kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek perbaikan jalan. Menurutnya, tidak terlihat papan informasi proyek yang mencantumkan nilai anggaran maupun pihak pelaksana.

“Kami tidak tahu berapa biaya perbaikannya, karena tidak ada papan anggaran saat pengerjaan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Udin, pengguna jalan yang hampir setiap hari melintasi ruas Cirinten–Bojongmanik. Ia menilai kerusakan yang kembali muncul dalam waktu singkat mengindikasikan lemahnya kualitas konstruksi.

“Kalau diperbaiki dengan benar, tidak mungkin cepat rusak seperti ini. Sekarang saja sudah sulit dilalui kendaraan, bahkan sering memicu kecelakaan,” ungkapnya.

Udin berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan secara menyeluruh dan permanen, dengan standar konstruksi yang jelas dan pengawasan ketat.

Menurutnya, Jalan Raya Cirinten–Bojongmanik memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur utama penghubung menuju Ibu Kota Kabupaten Lebak, sehingga membutuhkan penanganan serius agar kerusakan serupa tidak terus berulang.