Nusantara

Coffee Morning Bersama Dunia Usaha, Gubernur Lampung Ungkap PDRB 2024 Tembus Rp483 Triliun

Admin
×

Coffee Morning Bersama Dunia Usaha, Gubernur Lampung Ungkap PDRB 2024 Tembus Rp483 Triliun

Sebarkan artikel ini
Coffee Morning Bersama Dunia Usaha
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan coffee morning bersama pimpinan perusahaan strategis yang digelar di PT Nestlé Indonesia Panjang Factory, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan yang telah memasuki episode ketiga ini dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, pimpinan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Lampung, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sejumlah pimpinan perusahaan besar yang beroperasi di Lampung turut hadir dalam forum tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha yang dinilai berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi Lampung, baik melalui investasi, kemitraan usaha, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Ini merupakan bentuk penghargaan kami kepada mitra dunia usaha yang selama ini berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung, baik melalui kolaborasi dengan pemerintah maupun inisiatif langsung di masyarakat,” ujar Mirza.

Ia menegaskan bahwa hingga 2029, Pemerintah Provinsi Lampung mengusung visi “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” dengan tiga fokus utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penguatan sumber daya manusia yang unggul dan produktif, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Gubernur mengakui bahwa selama ini ekosistem ekonomi Lampung masih berjalan secara terpisah antara sektor pertanian, industri, dan dunia usaha. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif serta belum memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat.

“Jika ekosistem ekonomi dirajut secara terintegrasi dan inklusif, maka dorongan pertumbuhan akan jauh lebih besar. Daerah yang mampu melakukannya terbukti lebih cepat maju dan memiliki daya saing tinggi,” katanya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada 2024 tercatat mencapai Rp483 triliun. Sekitar 26 persen atau setara Rp130 triliun berasal dari sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Sementara sektor industri menyumbang sekitar 18 persen atau Rp90 triliun.

Namun demikian, dari total nilai sektor primer tersebut, baru sekitar 40 persen yang diolah melalui proses hilirisasi di dalam daerah. Artinya, hampir Rp100 triliun potensi ekonomi masih keluar dari Lampung dalam bentuk bahan mentah.

“Kami akan mendorong pertumbuhan industri agar selaras dengan komoditas lokal. Lampung memiliki bahan baku yang besar, namun nilai tambahnya belum maksimal,” ujar Mirza.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2025, pertumbuhan ekonomi Lampung berada di atas rata-rata nasional, terutama ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Realisasi investasi pun meningkat signifikan, dari target Rp10 triliun menjadi Rp15 triliun atau naik sebesar 50 persen.

Meski demikian, Mirza menilai capaian tersebut belum sebanding dengan potensi besar yang dimiliki Lampung. Salah satu tantangan utama adalah tingginya capital outflow akibat keterbatasan fasilitas pengolahan dan logistik, khususnya di tingkat desa.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan program Desaku Maju, yang berfokus pada penciptaan nilai tambah komoditas sejak dari desa. Program ini mencakup penyediaan mesin pengering (dryer) untuk komoditas padi, jagung, singkong, kopi, dan kakao.

“Kami ingin komoditas keluar dari desa sudah dalam kondisi kering. Dengan begitu, biaya logistik dapat ditekan, nilai tambah kembali ke petani, dan daya tawar mereka meningkat,” jelasnya.

Pemprov Lampung menargetkan kebutuhan sekitar 500 unit dryer dalam beberapa tahun ke depan. Hingga 2026, pemerintah daerah baru mampu menyediakan sekitar 100 unit, menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran.

Dalam kesempatan tersebut, PT Nestlé Indonesia juga menyerahkan beasiswa pendidikan kepada 12 siswa dari SMA Negeri 17 dan SMP Negeri 30 Bandar Lampung sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

Rangkaian kegiatan coffee morning ditutup dengan dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha, peninjauan fasilitas produksi Pabrik Panjang, serta pelepasan ekspor produk Maggi Magic Sarap sebanyak 10.000 ton ke Filipina oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.