MITRAPOL.com, Jakarta — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus memperkuat komitmen menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta pemberdayaan petani secara berkelanjutan.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026), menyampaikan bahwa Kabupaten Klaten memiliki potensi pertanian yang sangat strategis dengan luas baku sawah mencapai sekitar 30 ribu hektare. Potensi tersebut menjadi modal utama dalam menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
“Dengan potensi lahan yang kita miliki, sektor pertanian harus menjadi kekuatan utama pembangunan daerah. Kabupaten Klaten siap berperan aktif dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujar Hamenang.
Sebagai wujud keseriusan tersebut, pada tahun 2026 Pemkab Klaten menargetkan luas panen padi mencapai lebih dari 67 ribu hektare dengan proyeksi produksi sekitar 378 ribu ton gabah kering giling (GKG). Target ini disusun berdasarkan potensi riil daerah, dukungan kebijakan, serta hasil evaluasi kinerja sektor pertanian pada tahun-tahun sebelumnya.
Selain padi, Pemkab Klaten juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis lainnya, seperti jagung dan tebu. Pengembangan dilakukan secara terintegrasi melalui dukungan pembiayaan dari APBN dan APBD, peningkatan sarana produksi, serta penguatan akses petani terhadap teknologi dan pasar.
Capaian sektor pertanian Kabupaten Klaten pada tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif. Produksi padi tercatat meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadikan Kabupaten Klaten mengalami surplus beras lebih dari 69 ribu ton.
Surplus ini tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga pasokan pangan regional. Kondisi tersebut dinilai berdampak strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan, menekan potensi inflasi daerah, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Ke depan, Pemkab Klaten berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta sarana pendukung lainnya. Selain itu, peningkatan kapasitas petani menjadi prioritas melalui penguatan peran penyuluh pertanian, pelatihan, serta percepatan adopsi teknologi pertanian modern.
Pemerintah daerah juga mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun komunitas petani, guna membangun sistem pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis sektor pertanian Kabupaten Klaten akan semakin maju, tangguh, dan mandiri. Ketahanan pangan daerah yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati Klaten.












