MITRAPOL.com, Hapesong Tapanuli Selatan — Pemulihan pascabencana di Batang Toru tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan relokasi hunian. Di balik proses tersebut, pemulihan psikologis masyarakat—khususnya ibu dan anak—menjadi pekerjaan penting yang dilakukan secara berkelanjutan oleh PTPN IV PalmCo.
PTPN IV PalmCo terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan Yayasan Pulih dalam pendampingan psikososial dan trauma healing, perusahaan kembali memperluas upaya pemulihan dengan menggandeng BenihBaik.com.
Kolaborasi terbaru tersebut diwujudkan melalui pemberian sepatu sekolah gratis bagi anak-anak serta bantuan nutrisi untuk warga terdampak. Program ini dilaksanakan di Afdeling I Kebun Hapesong, tepatnya di sebuah ruang pendampingan bernama Pondok Rangkul, Kamis (29/1).
Pondok Rangkul menjadi pusat aktivitas pemulihan psikososial, mempertemukan warga, relawan, psikolog, serta anak-anak dalam suasana yang aman dan suportif untuk memulihkan rasa percaya diri pascabencana.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pemulihan sejati tidak berakhir ketika pembangunan rumah selesai.
“Infrastruktur memang penting, tetapi kesiapan mental dan sosial masyarakat jauh lebih utama. Kami ingin memastikan warga benar-benar siap melanjutkan kehidupannya,” ujar Jatmiko saat meninjau langsung kegiatan di Pondok Rangkul.
Menurutnya, kehadiran PTPN IV di Batang Toru merupakan komitmen jangka panjang sejak hari-hari awal bencana.
“Trauma tidak bisa dipulihkan secara instan. Karena itu, kami memilih untuk berjalan bersama masyarakat, bukan datang lalu pergi,” tambahnya.
Program pendampingan dirancang berlangsung dalam tiga fase selama empat bulan ke depan. Salah satu fokusnya adalah pemberdayaan ibu-ibu melalui pelatihan keterampilan produktif, seperti menjahit dan membuat kue, guna mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Anak-anak menjadi perhatian utama dalam program trauma healing ini. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah mengembalikan rutinitas mereka, termasuk kembali bersekolah dengan perlengkapan yang layak.
Puluhan pasang sepatu sekolah dibagikan kepada anak-anak di sekitar Pondok Rangkul. Bagi anak-anak penyintas bencana, sepatu baru menjadi simbol awal untuk kembali melangkah.
Seorang guru setempat, Dameria, mengungkapkan perubahan positif yang dirasakannya.
“Anak-anak kembali percaya diri dan datang ke sekolah dengan senyum. Sepatu ini bukan sekadar alas kaki, tetapi semangat baru,” ujarnya.
Selain aspek psikologis, PTPN IV PalmCo juga memberikan perhatian pada ketahanan fisik warga. Bantuan nutrisi disalurkan untuk membantu menjaga stamina masyarakat selama masa transisi menuju hunian baru.
Kepala Desa Simatohir, Junaidi Pohan, menilai bantuan tersebut sangat dibutuhkan.
“Warga membutuhkan kesehatan dan tenaga untuk memulai kembali kehidupan mereka. Bantuan nutrisi ini sangat membantu di masa pemulihan,” katanya.
Pendiri BenihBaik.com, Andi F. Noya, mengapresiasi pendekatan holistik yang dilakukan PTPN IV PalmCo.
“Pemulihan psikologis tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar. Pendampingan psikososial yang diperkuat dengan bantuan nyata adalah model ideal penanganan pascabencana,” ujarnya.
Program pendampingan di Pondok Rangkul direncanakan berlangsung hingga April 2026 dengan melibatkan psikolog profesional dari Yayasan Pulih. Konsistensi tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyatakan bahwa peran PTPN IV PalmCo telah melampaui fungsi korporasi.
“Dalam bencana ini, PTPN IV hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tapanuli Selatan,” ujarnya.
Melalui Pondok Rangkul, PTPN IV PalmCo berharap masyarakat Batang Toru tidak hanya menempati hunian baru, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan sosial untuk menatap masa depan.












