Jakarta

Kementerian PU Percepat Pemulihan Irigasi Jambo Aye Aceh Utara Pascabencana

Admin
×

Kementerian PU Percepat Pemulihan Irigasi Jambo Aye Aceh Utara Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Percepat Pemulihan Irigasi Jambo Aye Aceh Utara
Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah uji coba pengaliran air Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara pada 31 Januari 2026, sebagai bagian dari percepatan pemulihan layanan irigasi pertanian masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen Kementerian PU dalam menjaga keberlanjutan layanan irigasi, khususnya di wilayah sentra produksi pangan. Menurutnya, pemulihan fungsi irigasi menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional dan keberlangsungan penghidupan petani.

“Irigasi merupakan tulang punggung sektor pertanian. Ketika terjadi gangguan, penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar saluran kembali berfungsi dan aktivitas pertanian tidak terhenti,” ujar Menteri Dody.

Daerah Irigasi Jambo Aye yang terletak di Kecamatan Langkahan memiliki luas layanan sekitar 19.473 hektare dengan sumber air utama berasal dari Sungai Jambo Aye (Arakundo). Sistem irigasi ini sempat berhenti beroperasi akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025, yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan utama bendung, jaringan irigasi, serta berbagai sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Sebagai respons cepat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh telah melakukan penanganan darurat sejak masa tanggap bencana. Penanganan tersebut meliputi pembersihan sedimen dan material banjir pada bangunan bendung, kantong lumpur, serta saluran irigasi guna memulihkan kembali aliran air ke areal persawahan masyarakat.

Dalam tahapan pemulihan pascabencana, uji coba pengaliran air dilakukan dengan mengalirkan air melalui saluran primer BJA 0 hingga BJA 5 sepanjang kurang lebih 15 kilometer. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, sebanyak sembilan unit alat berat dikerahkan di sejumlah titik penanganan jaringan irigasi.

Kementerian PU menargetkan pemulihan layanan irigasi dilakukan secara bertahap. Sub Daerah Irigasi (Sub DI) Panton Labu dengan luas layanan sekitar 2.700 hektare ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Februari 2026. Selanjutnya, Sub DI Lhoksukon (±1.381 hektare), Sub DI Monsukon (±590 hektare), dan Sub DI Arakundo (±2.375 hektare) ditargetkan dapat difungsionalkan pada akhir Maret 2026.

Dengan target tersebut, total luas areal irigasi yang diperkirakan dapat kembali berfungsi hingga akhir Maret 2026 mencapai sekitar 7.046 hektare. Kementerian PU berharap percepatan pemulihan DI Jambo Aye Langkahan dapat mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian, meningkatkan produktivitas lahan sawah, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat Aceh Utara di masa pemulihan pascabencana.