Nasional

Menteri PU Dody Tinjau Huntara Modular di Bener Meriah, Ditarget Rampung Awal Ramadan

Admin
×

Menteri PU Dody Tinjau Huntara Modular di Bener Meriah, Ditarget Rampung Awal Ramadan

Sebarkan artikel ini
Menteri PU Dody Tinjau Huntara Modular di Bener Meriah,
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan Hunian Sementara Modular (Huntara Modular) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (6/2/2026).

MITRAPOL.com, Bener Meriah — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan Hunian Sementara Modular (Huntara Modular) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (6/2/2026).

Pembangunan Huntara Modular tersebut dilaksanakan melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana untuk memastikan masyarakat terdampak segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.

Dalam kunjungannya, Menteri Dody menyampaikan bahwa progres pembangunan Huntara Modular masih berjalan sesuai jadwal.

“Progresnya masih sesuai schedule. Insya Allah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 228 KK. Lokasi ini luasnya sekitar 3 hektare, dan sebagian besar akan kita manfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, ada tempat bermain, tempat ibadah, dan fasilitas publik lainnya,” ujar Dody.

Huntara Modular di Bener Meriah dibangun menggunakan metode konstruksi modular baja prefabrikasi di atas lahan seluas sekitar 30.000 meter persegi atau 3 hektare. Total luas bangunan mencapai 4.855 meter persegi yang terdiri dari 19 blok hunian.

Secara rinci, luas modul hunian mencapai 3.672 meter persegi atau 228 modul, serta area non-hunian seluas 2.210 meter persegi yang digunakan untuk fasilitas pendukung seperti toilet dan selasar.

Hunian tersebut dirancang untuk menampung 228 kepala keluarga (KK) dengan dukungan fasilitas sanitasi berupa 114 unit shower, 114 unit kloset, serta 4 unit fasilitas difabel. Sistem pendukung kawasan meliputi penyediaan air bersih dari sumur bor, pengolahan air kotor menggunakan biotank, serta suplai listrik dari PLN.

Menteri Dody menambahkan bahwa calon penghuni hunian sementara juga telah siap untuk direlokasi, sehingga masyarakat terdampak diharapkan dapat segera menempati Huntara Modular tersebut.

“Calon penghuninya sudah siap. Harapannya di awal-awal Ramadan masyarakat yang terdampak sudah bisa langsung menghuni. Saat ini memang masih on progress, tapi kita akan kejar agar selesai tepat waktu,” tegasnya.

Selain hunian, kawasan Huntara Modular juga direncanakan dilengkapi fasilitas pendukung, seperti area multifungsi, area parkir, mushola, hunian ramah difabel, toilet difabel, serta jaringan utilitas guna menunjang kebutuhan dasar dan aktivitas sosial penghuni.

Untuk mendukung ketersediaan air bersih, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh turut membangun sumur bor dengan kedalaman sekitar 52 meter.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penyelesaian pembangunan hunian sementara di wilayah terdampak bencana, sembari menyiapkan langkah lanjutan menuju pembangunan hunian tetap yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.