Nusantara

Tanggul Citarum di Bekasi Rusak di 16 Titik, Warga Desak Penanganan Serius Lintas Pemerintah

Admin
×

Tanggul Citarum di Bekasi Rusak di 16 Titik, Warga Desak Penanganan Serius Lintas Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Tanggul Citarum di Bekasi Rusak di 16 Titik
Lokasi jebolnya tanggul di wilayah bekasi

MITRAPOL.com, Bekasi — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendorong penanganan serius terhadap persoalan tanggul jebol yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat di wilayah bantaran Sungai Citarum.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, Kamis (5/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Asep menyampaikan hasil pemetaan Pemkab Bekasi yang mencatat terdapat 16 titik tanggul di wilayah Kabupaten Bekasi yang mengalami kerusakan hingga jebol.

Menurutnya, penanganan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintah dalam pembiayaan dan pelaksanaan perbaikan tanggul. Sinergi antara APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat, serta dukungan BBWS diharapkan dapat mempercepat penanganan, meningkatkan kualitas konstruksi, dan mencegah terulangnya bencana banjir yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, warga di sisi tanggul Citarum berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar tanggul-tanggul yang rusak segera dibangun secara permanen.

“Warga berharap tanggul yang jebol segera dibangun permanen agar tidak lagi menjadi ancaman saat musim hujan,” ujar Bang Ian, aktivis pemerhati program Citarum Harum, Jumat (6/1/2026).

Di tempat terpisah, Yoma, warga Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, menyampaikan bahwa banjir musiman berdampak besar terhadap kehidupan dan ekonomi warga.

“Banjir mungkin terlihat biasa, tapi dampaknya besar. Sawah padi terendam, tambak bandeng dan udang rusak, rumah warga terdampak, belum lagi kerusakan jalan lingkungan. Kerugian seperti itu sering tidak tergantikan,” kata Yoma.

Hal senada disampaikan Mamud, Ketua Karang Taruna Desa Setialaksana. Ia berharap pembangunan tanggul DAS Citarum dilakukan lebih optimal dan merata di wilayah Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Karawang.

“BBWS sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap Sungai Citarum sudah semestinya mengoptimalkan pembangunan tanggul, mulai dari Kedungwaringin, Pebayuran, Cabangbungin, Muaragembong, termasuk wilayah Karawang. Harapannya, tanggul kiri-kanan sepanjang Citarum tidak lagi mengancam warga,” ujarnya.